Kisah Tiga Guru Penerima Anugerah Guru Indonesia 2025 oleh Presiden Prabowo

Sabtu 29 Nov 2025, 15:33 WIB
Presiden Prabowo Subianto foto bersama dengan penerima Anugerah Guru Indonesia 2025 pada acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 (Sumber: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Presiden Prabowo Subianto foto bersama dengan penerima Anugerah Guru Indonesia 2025 pada acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 (Sumber: BPMI Setpres/Laily Rachev)

POSKOTA.CO.ID – Dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025, tiga pendidik membuktikan bahwa ketulusan mengabdi bisa tumbuh dari tempat-tempat yang tampak sederhana, mulai dari sekolah luar biasa di Aceh, wilayah 3T di Sumatra Selatan, hingga rumah belajar di Banyumas, Jawa Tengah.

Sosok-sosok yang menghadirkan perubahan melalui karya nyata tersebut adalah Syifa Urrachmah, Koko Triantoro, dan Umi Salamah, yang dianugerahi penghargaan Guru Indonesia 2025 pada acara yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat, 28 November 2025.

Anugerah Guru Indonesia 2025 merupakan sebuah penghargaan kepada guru, tenaga kependidikan, maupun tokoh masyarakat yang konsisten menunjukkan komitmen, inovasi dan dedikasi, serta kontribusi transformatif yang mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Para penerima Anugerah Guru Indonesia mengabdikan hidup untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Baca Juga: BGN Raih Penghargaan Penggerak Ekonomi Melalui Program MBG

“Saya menyadari bahwa kecanggihan teknologi saat ini sudah sangat berkembang pesat, sehingga siswa-siswa tunanetra yang saat ini masih ada di bangku sekolah itu sangat membutuhkan sekali pengetahuan tentang cara menggunakan teknologi supaya dapat bersaing di dunia yang lebih luas,” ujar Syifa Urrachmah, guru muda penyandang disabilitas netra di SLBN Banda Aceh, penerima anugerah guru pejuang disabilitas dilansir dari situs resmi presiden.go.id.

Syifa terus melanjutkan kegiatannya hingga kini menjadi guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang berkomitmen memperluas akses teknologi bagi siswa disabilitas. Ia berharap pendidikan semakin inklusif dan membuka ruang bagi semua.

“Jadi harapannya tentunya karena saya adalah seorang disabilitas untuk pendidikan di Indonesia pastinya semakin inklusif, karena keterbatasan bukan menjadi suatu batas dan bagi teman-teman disabilitas, juga jangan terus menutup diri karena ketika kita menutup diri maka dunia pun akan memberi batas kepada kita. Tapi ketika kita berhasil untuk membuka diri, mau untuk membuka diri maka dunia pun akan terus menyambut kita dengan hangat,” tutur Syifa.

Baca Juga: Segera Rencanakan! Ini Dia Jadwal Libur Panjang Natal 2025 yang Dinanti

Dari wilayah terpencil, Koko Triantoro, Kepala SDN Embacang Lama, Sumatra Selatan, sekaligus penerima Anugerah Guru Garda Terpencil, membuktikan bahwa peran seorang guru bisa melampaui batas kelas.

Pengalamannya mengajar dari Nusa Tenggara Timur hingga Kalimantan memperlihatkan kesenjangan fasilitas pendidikan, yang kemudian mendorongnya merintis berbagai kampanye dan kerja sama untuk menghadirkan jembatan, perahu pendidikan, hingga program pemberantasan buta huruf.

“Saya melihat kesenjangan di daerah terpencil itu begitu tinggi dan sementara saya sebagai guru tidak bisa berbuat apapun kecuali mendidik anak-anak. Nah karena itu, 2017 saya tergerak untuk bagaimana caranya bisa meminimalisir kesenjangan yang ada,” ungkap Koko.

Baca Juga: Fakta Terkini Banjir dan Longsor Sumatera 2025: Aceh Darurat Bencana 14 Hari, 15 Kabupaten/Kota di Sumut Terendam

Dalam kesempatan tersebut, Koko menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap wilayah terpencil dan berharap penguatan fasilitas terus berlanjut. Koko juga menyampaikan rasa syukurnya atas program pemerintahan Presiden Prabowo dalam memajukan pendidikan di daerah 3T.

“Saya berharap tentunya pendidikan lebih baik dan utamanya di pemerintah Pak Prabowo ini, kami terima kasih di daerah 3T sudah mendapatkan smartboard kemarin dikirim, dan saya berharap pada seluruh guru di Indonesia tidak hanya peka terhadap mendidik anak, tetapi coba peka terhadap lingkungan sekitar,” imbuh Koko.

Sementara itu di Banyumas, Umi Salamah, Kepala PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Banyumas, penerima anugerah guru pejuang pendidikan non formal dan inklusif, telah tiga dekade membuka rumahnya untuk pendidikan nonformal, mulai dari buta huruf hingga perguruan tinggi.

Umi mendirikan PKBM, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), kelas paket, SLB (Sekolah Luar Biasa), hingga merintis Pondok Pesantren ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) untuk menjawab kebutuhan ABK di wilayah yang dulu tak memiliki layanan SLB.

Baca Juga: 13 Jalan di Kota Medan Sudah Bisa Digunakan Pengendara Pasca Banjir yang Melanda, Cek Daftarnya di Sini

“Saya menggunakan rumah saya, rumah saya semuanya untuk kegiatan-kegiatan itu. Jadi kalau lagi musim tutorial, rumah saya seperti kampus, pagi untuk PAUD, sore untuk S1, kalau Paket A, Paket B, Paket C kita di gedung SD (Sekolah Dasar). Alhamdulillah kalau sekarang alhamdulillah saya sudah punya gedung sendiri, swadaya mandiri sampai bangun gedungnya alhamdulillah sekarang sudah punya tempat sendiri. Jadi rumah saya sekarang tinggal untuk sekretariat PKBM. Terus ya untuk kegiatan-kegiatan rapat kalau itu kadang-kadang kita di rumah,” ungkap Umi.

Selain itu, Umi berharap perhatian terhadap pendidikan inklusif terus diperkuat, terutama bagi guru PAUD dan tutor nonformal yang selama ini terus berjuang. “Itu perhatian kepada guru PAUD yang sekarang sedang berjuang untuk kesetaraan. Kemudian para tutor juga nampaknya belum setara dengan guru seperti itu ya. Padahal kita kan sebetulnya sama ya kita guru, bahkan guru yang mungkin dari kesetaraan memang kurang diperhatikan. Jadi mungkin itulah. Tapi saya bersyukur Saya angkat jempol dengan pemerintah yang sekarang sudah jauh lebih baik memperhatikan kami,” imbuh Umi.

Kisah tiga guru ini memperlihatkan wajah keteladanan yang menjadi fondasi tema Guru Hebat, Indonesia Kuat. Melalui tindakan nyata, mereka menghidupkan semangat bahwa pendidikan Indonesia bertumbuh dari dedikasi, empati, dan keberanian untuk melampaui batas peran seorang pendidik.


Berita Terkait


News Update