6 Cara Alokasi Gaji Bulanan, Salah Satunya Gunakan Formula Persentase

Selasa 09 Sep 2025, 08:10 WIB
6 Cara Alokasi Gaji Bulanan, Salah Satunya Gunakan Formula Persentase (Sumber: Unsplash/Jakub Żerdzicki)

6 Cara Alokasi Gaji Bulanan, Salah Satunya Gunakan Formula Persentase (Sumber: Unsplash/Jakub Żerdzicki)

POSKOTA.CO.ID – Mengelola gaji bulanan secara bijak adalah langkah penting agar kondisi keuangan tetap sehat dan tujuan finansial tercapai.

Tanpa perencanaan yang jelas, gaji mudah habis untuk kebutuhan konsumtif yang sebenarnya tidak terlalu mendesak.

Maka dari itu, menyusun alokasi gaji secara sistematis akan membantu kamu memenuhi kebutuhan hidup, menabung, hingga berinvestasi secara berkelanjutan.

Dilansir Poskota melalui situs resmi Sahabat Pegadaian, berikut caranya:

Baca Juga: Apa Investasi yang Cocok untuk Anak Muda? Ini Rekomendasinya

1. Tentukan Persentase Penggunaan Gaji

Langkah pertama dalam mengatur keuangan bulanan adalah menyusun pembagian gaji berdasarkan kebutuhan secara proporsional.

Meski tidak ada aturan baku, kamu bisa memulai dengan panduan berikut: 45% untuk kebutuhan pokok, 25% untuk tabungan, 20% untuk cicilan atau utang, dan 10% untuk dana darurat.

Agar proporsi ini tepat, kamu perlu mencatat pengeluaran secara rinci agar tahu ke mana saja uang kamu mengalir setiap bulan. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah mengevaluasi dan menyesuaikan alokasi keuangan ke depannya.

Baca Juga: Cara Investasi Saham di Aplikasi MotionTrade Lite untuk Pemula, Cek di Sini

2. Terapkan Rumus 40-30-20-10 Jika Perlu

Jika format persentase di atas belum cocok, kamu bisa mencoba rumus alokasi lain yang lebih sederhana: 40-30-20-10.

Artinya: 40% untuk biaya hidup bulanan, 30% untuk membayar cicilan, 20% ditabung, dan 10% disiapkan untuk dana darurat.

Formula ini mudah diingat dan diterapkan, terutama bagi yang ingin mulai membiasakan diri menyusun keuangan secara terstruktur meski dengan pendapatan terbatas.

Baca Juga: 6 Investasi Teratas untuk Passive Income 2025, Dari Deposito hingga Obligasi

3. Dahulukan Pengeluaran Paling Penting

Mengatur gaji berarti kamu harus tahu mana kebutuhan, mana keinginan.

Utamakan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, tempat tinggal, dan transportasi sebelum mengalokasikan uang untuk hal yang sifatnya konsumtif.

Jangan tergoda membeli barang tren hanya karena ingin ikut-ikutan. Lebih baik fokus pada pengeluaran esensial agar keuangan tetap sehat, dan gunakan sisa dana untuk hal yang lebih produktif seperti menabung atau investasi ringan.

Baca Juga: Investasi Reksa Dana vs Saham, Pilih Mana untuk Awal Perjalanan Finansial?

4. Sisihkan Dana Darurat dari Awal

Jangan tunggu gaji habis dulu baru berpikir soal dana darurat. Justru kamu perlu menyisihkannya sejak awal begitu menerima gaji.

Dana ini sangat penting sebagai cadangan jika terjadi situasi mendesak seperti biaya rumah sakit, kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan.

Dengan dana darurat yang stabil, kamu bisa menghindari utang atau panik saat kondisi darurat datang tiba-tiba.

5. Cari Penghasilan Tambahan lewat Side Hustle

Jika merasa gaji utama belum mencukupi kebutuhan dan target keuanganmu, pertimbangkan untuk mencari penghasilan tambahan lewat side hustle.

Side hustle adalah pekerjaan tambahan yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan waktu luangmu, seperti freelance menulis, desain, ngajar privat, atau bikin konten media sosial.

Penting diingat, hasil dari side hustle sebaiknya tidak dihamburkan, tapi tetap diatur seperti gaji utama agar keuanganmu makin terkontrol dan produktif.

Baca Juga: Emas vs Bitcoin, Mending Pilih Investasi Apa di Era Digital?

6. Gunakan Sisa Dana untuk Investasi

Jika setelah mengatur semua kebutuhan dan menabung masih ada sisa dana, pertimbangkan untuk mengalokasikannya ke instrumen investasi.

Investasi bisa bantu uangmu berkembang lebih baik dibanding hanya disimpan di tabungan biasa.

Bagi pemula, mulai dari instrumen yang relatif aman seperti emas atau reksadana pasar uang bisa jadi pilihan.

Dengan investasi rutin, kamu bisa punya sumber kekayaan jangka panjang dan perlindungan terhadap inflasi di masa depan.

 


Berita Terkait


News Update