Warga Takut Tidak Dapat Uang Lagi dari World App

Senin 05 Mei 2025, 23:43 WIB
Suasan di depan kantor aplikasi World App di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin, 5 Mei 2025. (Sumber: Poskota/Nurpini Aulia Rapika)

Suasan di depan kantor aplikasi World App di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin, 5 Mei 2025. (Sumber: Poskota/Nurpini Aulia Rapika)

Meski pemindaian retina mata jadi syarat untuk mendapatkan poin, Aceng tidak khawatir. Ia justru lebih khawatir jika tidak bisa mendapatkan uang lagi dari aplikasi tersebut.

"Sebenarnya pertama curiga. Karena dia kan ambil iris mata kita kan ya. Cuman kan kalau iris mata kita kan data kita itu nggak bisa digunakan. Kalau iris mata itu buat apa coba? Kita mati juga nggak bisa digunain tuh data. Kecuali nomor KTP ya," ujarnya.

Selama tidak pakai data pribadi, Aceng percaya retina matanya tidak bisa dijadikan akun pinjaman online, karena bukan ada data pribadi.

Baca Juga: World App Disorot! Iming-iming Uang Rp800 Ribu dan Ancaman Privasi Biometrik

"Sampai saat ini saya ngga ngerasa rugi. Justru saya untung dapat duit. Ya, kalau buat masyarakat, awam begini mah lumayan diuntungkan. Apalagi cuma download doang, habis itu dapet uang," ucapnya.

Ia sempat memastikan kepada salah seorang petugas World App tentang keamanan data retina mata.

"Mereka bilang tidak menyimpan data apapun dari warga yang daftar. Setelah memastikan yang dapat koin itu manusia. Data otomatis terhapus katanya" Kata Aceng

Namun, setelah ada instruksi dari pemerintah perihal pemblokiran aplikasi World App, Aceng berharap hanya kesalahpahaman saja.

Baca Juga: Mengenal World App, Teknologi yang Dibekukan oleh Kemkomdigi

"Menurut saya pemerintah bagus sih sebenarnya. Cuman mungkin kurang koordinasi antara aplikator ini sama pemerintah. Jadi dia nggak minta izin pemerintah, tiba-tiba langsung buka aja," tuturnya.

Aceng justru menanyakan keberadaan pemerintah terkait kejadian ini. Dirinya mengatakan jika pemerintah mau membantu masyarakat kecil seperti dirinya dan sering melakukan sosialisasi terkait keamanan data, mungkin hal ini tidak akan terjadi.

"Biar masyarakat nggak ikut dapat uang kayak gini, kenapa pemerintah nggak kasih uang secara BLP, apalah gitu," ungkapnya.


Berita Terkait


News Update