"Bisa saja kita jual di harga itu, asalkan barangnya ada," ujarnya.
Boni, pedagang lainnya mengatakan, bahwa dirinya sendiri kini hanya memiliki kemasan minyak goreng 250 ML saja. Itu juga stok lama.
"Itu stok lama, sekarang belum dateng lagi pesanannya. Saya jual Rp5 ribu buat kemasan 250 ML," ungkapnya.
Dirinya berharap kebijakan HET itu dapat diterapkan dengan adanya suplay stok komoditas minyak goreng.
"Ini harganya sudah ada, tapi barangnya ga ada. Kita maunya harga ada, barang ada," pungkasnya. (Yusuf Permana)
