135 Pegawai Pemkot Cilegon Positif Covid-19, 55 di Antaranya Nakes yang Bertugas di Dinkes maupun RSUD

Rabu 07 Jul 2021, 18:56 WIB
Ilustrasi virus Corona (ist)

Ilustrasi virus Corona (ist)

CILEGON, POSKOTA.CO.ID - Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Cilegon mencatat sebanyak 135 pegawai baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon positif Covid-19. Data tersebut merupakan akumulasi sejak 30 Juni 2021 lalu hingga Rabu (07/07/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari keseluruhan pegawai yang tercatat positif Covid-19, 55 di antaranya adalah tenaga kesehatan (nakes) baik yang bertugas di Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon.

Diketahui, nakes di Dinkes Kota Cilegon  yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 26 orang, nakes tersebut bertugas di seluruh Puskesmas di Kota Cilegon. Sedangkan di RSUD Kota Cilegon sebanyak 29 nakes yang telah tercatat positif Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Cilegon Aziz Setia Ade membenarkan jika ratusan pegawai telah terkonfirmasi Positif Covid-19.

"135 orang pegawai dari OPD sampai di kecamatan dan kelurahan," ujar Aziz kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler.

Aziz mencatat jumlah tersebut merupakan hasi laporan sejak 30 Juni lalu. Berdasarkan catatan, dalam satu hari, di 30 Juni lalu, jumlah pegawai baik ASN dan non ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 58 orang.

"Setiap ada yang terkonfirmasi dilaporkan ke saya, saya buat rekap dan dilaporkan ke Pa Wali," ujar Aziz.

Karena itu lah, lanjut Aziz, Pemkot Cilegon memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) untuk OPD, serta memperketat protokol kesehatan di setiap ruang kerja.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dana Sujaksani menjelaskan jika sejauh ini sudah 26 orang nakes yang telah positif Covid-19. "Itu ada di hampir semua puskesmas," ujar Aziz.

Akibatnya, Dinkes Kota Cilegon memberlakukan buka tutup bagi Puskesmas jika terdapat nakes yang positif Covid-19.

Dijelaskan Dana, jika ada nakes positif, maka puskesmas tersebut ditutup, pelayanan medis dialihkan ke Puskesmas lain yang terdekat.

"Saya mohon maaf kalau ada pelayanan yang kurang maksimal karena kondisi seperti ini," ujarnya. (*)


Berita Terkait


News Update