Disebut Manjur Sembuhkan Pasien Covid-19 Bergejala Parah, Dua Obat Rekomendasi WHO Dijual dengan Harga Fantastis!

Rabu 07 Jul 2021, 20:01 WIB
10 Obat Ini Dipastikan Tidak Bisa Sembuhkan Diri dari Covid-19 (Foto: Ist)

10 Obat Ini Dipastikan Tidak Bisa Sembuhkan Diri dari Covid-19 (Foto: Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memberikan rekomendasi obat yang manjur untuk melawan virus Covid-19.

Menurut WHO, hampir 11 ribu pasien yang sudah dijadikan sampel obat tersebut, obat itu merupakan obat radang sendi bernama tocilizumab dan sarilumab.

Obat itu secara langsung mampu menurunkan risiko kematian dan kebutuhan akan ventilator di antara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Namun perlu diingat, dua obat ini nyatanya bukan obat sembarangan. Obat-obat ini merupakan obat yang sangat keras sehingga harus digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.

Sebelum penggunaan, dokter akan betul-betul melakukan screening yang ketat mengenai kemungkinan penggunaan obat ini kepada pasiennya.

Studi tersebut muncul di Journal of American Medical Association dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan penggunaan tocilizumab dan sarilumab sebagai obat yang ampuh dalam menyembukan pasien dengan Covid yang memiliki gejala parah atau kritis.

Seorang profesor di King’s College London, Manu Shankar-Hari mengatakan bahwa penelitian tersebut mewakili "bukti definitif" yang mendukung obat-obatan tersebut setelah penelitian sebelumnya menghasilkanUntuk Kevzara,

Menurut informasi, harga eceran tertinggi (HE) oleh Kemenkes, Actemra dijual dengan nama Tocilizumab.

Tocilizumab 400 mg/20 ml infus dijual seharga Rp 5.710.600. Sementara Tocilizumab 80 mg/4 ml infus sipatok Rp 1.162.200.

Untuk Kevzara, belum ada info resmi mengenai apabila obat ini telah masuk ke Indonesia. Namun di Amerika Serikat (AS), mengutip Drugs.com, obat ini sendiri dipatok dengan harga US$ 3.827 atau setara Rp 55 juta untuk dosis150 mg/1.14 mL. (cr09)

 


Berita Terkait


News Update