POSKOTA.CO.ID,- Kebahagiaan menjalani aktivitas di luar negeri seketika berubah menjadi duka bagi penyanyi dangdut Fitri Carlina. Sang ayah tercinta harus berpulang untuk selama-lamanya. Namun, momen tersebut terasa semakin berat karena ia sedang berada jauh di luar negeri saat detik-detik kritis sang ayah terjadi.
Selain itu, peristiwa ini menyisakan kesedihan yang begitu mendalam di hatinya. Oleh karena itu, ia berusaha tegar menghadapi cobaan berat tersebut. Sebagai hasilnya, ia mampu melewati momen-momen sulit selama perjalanan kembali ke tanah air.
Kabar buruk tersebut pertama kali diterima Fitri pada hari Jumat. Saat itu, ia sedang berada di Masjid Qisas, Jeddah, Arab Saudi.
Pertama-tama, firasat tidak enak mulai dirasakannya tepat sebelum menunaikan ibadah salat Jumat. Meskipun demikian, ia mencoba untuk tetap tenang. Namun, kecemasan melanda ketika sang kakak memberikan kabar mendadak.
Baca Juga: Kronologi Ayah Fitri Carlina Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun
"Aku pas lagi di Masjid Qisas di Jeddah. Pas mau ikamah untuk salat jemaah Jumat, Mbak Wiwi ngabarin kalau Bapak harus ke IGD. Di situ aku udah panik, tapi bilang, 'Nanti kabarin ya, aku salat Jumat dulu,'" kenang Fitri Carlina di kawasan Cikeas, Bogor, Minggu 8 November 2026.
Kondisi Kesehatan Terus Menurun dan Keputusan Berat Keluarga
Kondisi kesehatan sang ayah rupanya terus memburuk seiring berjalannya waktu. Tekanan nadi almarhum dilaporkan merosot tajam hingga mencapai angka 30.
Meskipun demikian, pihak keluarga sempat merasa optimis. Sebab, sang ayah dikenal sebagai sosok pejuang yang telah melewati berbagai cobaan hidup. Sebagai hasilnya, mereka sempat berharap almarhum mampu bertahan.
Namun, situasi berubah drastis pada malam harinya. Pihak rumah sakit meminta persetujuan keluarga untuk memasang alat bantu pernapasan berupa ventilator.
"Feeling aku udah gak enak sebenarnya. Dikasih tahu nadinya udah sampai 30, udah nge-drop banget. Cuma masih optimis karena bapak udah banyak melewati perjuangan hidup berkali-kali. Aku harap bapak kali ini masih kuat," tutur Fitri Carlina.
Doa Tulus di Tanah Suci
Menyadari situasi sang ayah yang semakin kritis, Fitri tidak bisa berbuat banyak dari kejauhan. Oleh karena itu, ia memilih untuk berserah diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Ia memanjatkan doa terbaik di Tanah Suci.
Baca Juga: Fitri Carlina Berduka, Ayah Tercinta Meninggal Dunia di RS Mitra Keluarga Cibubur
Keesokan harinya pada tanggal 7 November 2026, kabar duka yang paling ditakuti akhirnya tiba. Tim medis sempat menawarkan tindakan resusitasi jantung paru atau CPR. Namun, keluarga sepakat menolaknya demi kebaikan almarhum.
"Dokter katanya mau CPR, tapi kalau dipaksakan takutnya rusuknya patah dan detak jantungnya udah sangat lemah. Kita sepakat sekeluarga mengikhlaskan karena bapak udah lama berjuang," ungkapnya.
Selain itu, ia juga sempat berdoa agar proses berpulangnya sang ayah berjalan dengan tenang. Doa tersebut akhirnya terjawab karena almarhum berpulang tanpa rasa sakit.
"Aku langsung salat, minta sama Allah, 'Ya Allah kalau memang waktunya bapak harus berpulang, minta tolong banget dicabutnya dengan yang sangat-sangat lembut'," ujar Fitri sambil menahan tangis.
Perjuangan Mengejar Penerbangan Demi Pemakaman di Indonesia
Mendengar kabar duka tersebut, Fitri langsung bergegas mencari tiket penerbangan. Ia memiliki satu harapan besar agar bisa melihat wajah sang ayah untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan.
Meskipun waktu sangat mendesak, semua urusan perjalanannya dipermudah. Sebagai hasilnya, ia berhasil tiba di tanah air tepat waktu untuk menghadiri prosesi pemakaman.
"Aku langsung pesan tiket dan alhamdulillah Allah masih ngasih kesempatan, semuanya dilancarkan. Aku minta sama Allah agar sempat melihat bapak dulu sebelum dimakamkan, dan alhamdulillah masih keburu," sambungnya dengan suara bergetar menahan tangis.
