Pramono menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta juga membentuk satuan tugas di tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur untuk memperkuat pencegahan dan penanganan tawuran. Satgas tersebut sekaligus disiapkan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gangguan keamanan maupun kondisi darurat, termasuk bencana.
“Ini contoh yang baik bagi penanganan di lapangan untuk bagaimana mengatasi tawuran, mengatasi sampah, dan juga menjaga keamanan yang ada di Jakarta ini,” beber Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.
Baca Juga: Lantik Ribuan PNS Baru, Pramono Anung Komitmen Buka Ruang Lebih Luas bagi Penyandang Disabilitas
Ring Tinju jadi Wadah Anak Muda Tinggalkan Tawuran
Sementara itu, kehadiran ring tinju disambut positif kalangan pemuda setempat. Muhammad Ilham Shodri, 21 tahun, salah seorang pelatih tinju, berharap fasilitas tersebut dapat menjadi tempat pembinaan sekaligus membuka peluang bagi anak muda untuk mengikuti berbagai pertandingan.
“Adanya sarana ini sangat berkontribusi untuk pemuda-pemuda di sini yang tawuran. Jadi, yang tadinya sering tawuran, sekarang kita ingin pemuda-pemuda selanjutnya bisa berprestasi dengan tinju, bukan dengan tawuran,” ungkap Ilham.
Ilham berharap aktivitas latihan dapat berjalan secara konsisten sehingga semakin banyak anak muda yang tertarik mengembangkan kemampuan di bidang olahraga tinju.
Dengan begitu, fasilitas tersebut bisa menjadi wadah pembinaan atlet muda hingga berkesempatan meraih prestasi melalui kompetisi.
“Saya terima kasih banyak kepada Pemprov DKI yang sudah menyediakan fasilitas bagi kami sebagai pemuda. Kami ingin terus melanjutkan wadah ini agar pemuda-pemuda di bawah kami bisa terus berprestasi melalui pertandingan tinju,” ucap Ilham.
