POSKOTA.CO.ID - Isu dugaan penyadapan nomor telepon Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tengah menjadi perhatian publik.
Polisi mengungkap adanya dugaan praktik penyadapan secara ilegal yang melibatkan tiga orang tersangka berinisial LSP, ASN, dan EH.
Selain itu, terdapat satu orang lainnya berinisial SU yang masih berstatus sebagai saksi.
Dalam informasi yang disampaikan, inisial LSP merujuk pada Listyo Sigit Prabowo, ASN adalah Ahrie Sonta, sedangkan EH merupakan Eko Hadi Santoso.
Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa keamanan perangkat komunikasi perlu mendapatkan perhatian serius.
Sebab, HP saat ini tidak hanya digunakan untuk melakukan panggilan atau mengirim pesan, tetapi juga menyimpan berbagai informasi sensitif, mulai dari data perbankan, dokumen pekerjaan, foto pribadi, hingga akses ke akun media sosial.
Lantas, bagaimana cara mengetahui HP sedang disadap? Mari simak ciri-ciri HP disadap orang lain, serta cara mengatasinya untuk membantu menjaga keamanan data pribadi.
Baca Juga: 34 Orang Terluka saat Aksi Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran
Ciri-ciri HP Disadap yang Perlu Diwaspadai
Penyadapan HP dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi berbahaya atau akses tidak sah terhadap akun digital.
Dalam beberapa kasus, aktivitas mencurigakan tidak selalu terlihat secara langsung.
Namun, pengguna dapat memperhatikan perubahan pada kinerja perangkat, penggunaan internet, hingga aktivitas akun yang tidak pernah dilakukan.
Berikut adalah lima ciri-ciri HP yang perlu diperiksa apabila muncul aktivitas tidak biasa, seperti dikutip dari kanal YouTube makin VIRAL.
1. Baterai HP Cepat Habis
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah kapasitas baterai HP yang tiba-tiba lebih cepat berkurang dibandingkan biasanya.
Kondisi ini dapat terjadi ketika terdapat aplikasi yang terus berjalan di latar belakang.
Aplikasi tersebut mungkin melakukan aktivitas tertentu tanpa disadari pengguna, sehingga mengonsumsi daya baterai lebih banyak.
Apabila baterai biasanya mampu bertahan seharian, tetapi mendadak habis dalam waktu singkat meskipun penggunaan HP tidak terlalu intensif, pengguna sebaiknya melakukan pemeriksaan.
Caranya dengan membuka menu pengaturan baterai untuk melihat daftar aplikasi yang paling banyak menggunakan daya.
Jika ditemukan aplikasi yang tidak dikenal dengan konsumsi baterai tidak wajar, periksa identitas serta izin aksesnya.
Namun, baterai cepat habis tidak selalu menunjukkan adanya penyadapan karena bisa disebabkan kondisi baterai yang menurun, pembaruan sistem, atau aplikasi yang membutuhkan banyak daya.
2. Penggunaan Data Internet Meningkat
Ciri berikutnya adalah penggunaan data internet yang meningkat secara tidak wajar.
Aktivitas aplikasi yang berjalan di latar belakang dapat menghabiskan kuota internet meskipun pengguna tidak sedang membuka aplikasi tersebut.
Dalam kondisi tertentu, aplikasi berbahaya dapat memanfaatkan koneksi internet untuk mengirimkan informasi dari perangkat ke pihak lain tanpa sepengetahuan pemilik HP.
Untuk memastikannya, pengguna dapat memeriksa statistik penggunaan data internet melalui menu pengaturan.
Perhatikan aplikasi yang menggunakan kuota paling banyak. Apabila terdapat aplikasi tidak dikenal yang mengonsumsi data dalam jumlah besar, segera periksa izin dan aktivitasnya.
Pengguna juga dapat membatasi penggunaan data latar belakang untuk aplikasi tertentu apabila fitur tersebut tersedia pada perangkat.
3. Muncul Aplikasi yang Tidak Dikenal
Kemunculan aplikasi yang tidak pernah diunduh atau dipasang juga perlu mendapatkan perhatian.
Aplikasi asing yang tiba-tiba muncul di HP dapat berasal dari berbagai sumber.
Salah satunya adalah pemasangan aplikasi melalui tautan atau file dari luar toko aplikasi resmi.
Beberapa aplikasi berbahaya dapat meminta izin untuk mengakses kamera, mikrofon, lokasi, kontak, hingga pesan singkat.
Jika izin tersebut disalahgunakan, informasi pribadi pengguna berpotensi diakses tanpa persetujuan.
Oleh karena itu, periksa daftar aplikasi yang terpasang melalui menu pengaturan.
Kenali nama aplikasi, sumber pemasangan, serta izin yang dimilikinya.
Apabila menemukan aplikasi mencurigakan, jangan langsung memberikan izin tambahan.
Pengguna dapat menghapus aplikasi tersebut setelah memastikan bahwa aplikasi itu bukan bagian dari sistem bawaan perangkat.
4. HP Sering Mengalami Gangguan
HP yang mendadak lambat, sering mengalami panas berlebihan, atau mengalami gangguan sistem juga menjadi kondisi yang perlu diperiksa.
Perangkat yang bekerja lebih berat dari biasanya dapat disebabkan oleh aplikasi yang terus berjalan di latar belakang.
Selain itu, gangguan seperti aplikasi tiba-tiba tertutup, HP sering mengalami restart sendiri, atau muncul aktivitas yang tidak biasa bisa menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan keamanan.
Pengguna sebaiknya memperhatikan kapan gangguan tersebut mulai terjadi dan aplikasi apa saja yang sedang digunakan.
Jika masalah muncul setelah memasang aplikasi tertentu, periksa kembali aplikasi tersebut dan lakukan pemindaian keamanan.
Meski demikian, HP yang panas atau lambat tidak otomatis menjadi bukti penyadapan.
Kondisi tersebut juga dapat disebabkan kapasitas penyimpanan penuh, kerusakan baterai, usia perangkat, atau masalah pada sistem operasi.
5. Muncul Aktivitas Akun yang Tidak Dikenali
Ciri terakhir yang perlu diwaspadai adalah munculnya aktivitas akun yang tidak pernah dilakukan oleh pemilik HP.
Contohnya, pengguna menerima notifikasi login dari perangkat asing, mendapatkan pemberitahuan perubahan kata sandi, atau menemukan pesan yang terkirim sendiri tanpa sepengetahuan pemilik akun.
Aktivitas tersebut dapat menunjukkan adanya akses tidak sah terhadap akun digital.
Selain itu, pengguna juga perlu memperhatikan riwayat perangkat yang terhubung dengan akun Google, Apple, media sosial, maupun layanan komunikasi lainnya.
Apabila menemukan perangkat yang tidak dikenal, segera keluarkan perangkat tersebut dari daftar akses.
Ganti kata sandi akun menggunakan perangkat yang dipastikan aman dan aktifkan autentikasi dua faktor untuk mencegah pihak lain masuk kembali tanpa izin.
Baca Juga: 34 Orang Terluka saat Aksi Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran
Cara Mengatasi Penyadapan HP
Setelah mengenali berbagai tanda yang berpotensi menunjukkan gangguan keamanan, pengguna perlu mengetahui langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Perlindungan perangkat tidak cukup hanya dengan menggunakan kata sandi.
Pengguna juga perlu memperhatikan aplikasi yang dipasang, tautan yang dibuka, serta izin akses yang diberikan kepada aplikasi.
Berikut adalah sejumlah cara untuk melindungi HP dari risiko penyadapan.
1. Perbarui Sistem Operasi HP Secara Berkala
Pembaruan sistem operasi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keamanan perangkat.
Produsen HP biasanya menyediakan pembaruan yang mencakup perbaikan bug, peningkatan kinerja, hingga penambahan sistem keamanan terbaru.
Pengguna sebaiknya tidak mengabaikan pemberitahuan pembaruan yang tersedia.
Pastikan perangkat menggunakan versi sistem operasi yang masih mendapatkan dukungan keamanan.
2. Unduh Aplikasi dari Toko Resmi
Hindari memasang aplikasi dari sumber yang tidak jelas, terutama file instalasi yang dikirim melalui pesan singkat atau tautan mencurigakan.
Gunakan toko aplikasi resmi seperti Google Play Store untuk perangkat Android dan App Store untuk iPhone.
Sebelum mengunduh aplikasi, periksa nama pengembang, ulasan pengguna, jumlah unduhan, serta izin yang diminta.
Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko memasang aplikasi berbahaya yang berpotensi mengakses informasi pribadi.
3. Hindari Mengeklik Tautan Mencurigakan
Tautan yang dikirim melalui SMS, WhatsApp, email, atau media sosial dapat menjadi salah satu sarana penyebaran aplikasi berbahaya maupun pencurian informasi.
Pengguna sebaiknya tidak sembarangan membuka tautan dari nomor yang tidak dikenal.
Waspadai pula pesan yang meminta pengguna memasukkan kata sandi, kode OTP, PIN, atau informasi perbankan melalui halaman tertentu.
Apabila menerima pesan yang mengatasnamakan lembaga resmi, lakukan pemeriksaan melalui saluran komunikasi resmi sebelum memberikan informasi apa pun.
4. Periksa Izin Akses Aplikasi
Setiap aplikasi memiliki izin akses tertentu untuk menjalankan fungsinya.
Namun, pengguna perlu memastikan bahwa izin yang diberikan sesuai dengan kebutuhan aplikasi tersebut.
Sebagai contoh, aplikasi pengedit foto mungkin membutuhkan akses ke galeri, sedangkan aplikasi navigasi memerlukan akses lokasi.
Sebaliknya, aplikasi sederhana yang tidak membutuhkan mikrofon atau kamera sebaiknya tidak diberikan izin tersebut tanpa alasan yang jelas.
Periksa izin akses kamera, mikrofon, lokasi, kontak, SMS, dan penyimpanan secara berkala melalui menu pengaturan HP.
5. Gunakan PIN atau Kata Sandi yang Kuat
Mengunci layar HP merupakan langkah dasar untuk mencegah orang lain mengakses perangkat tanpa izin.
Pengguna dapat memanfaatkan PIN, kata sandi, pola, atau autentikasi biometrik seperti sidik jari dan pengenalan wajah.
Hindari menggunakan kombinasi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir, angka berurutan, atau informasi pribadi yang mudah diketahui orang lain.
Selain itu, jangan membagikan PIN dan kata sandi kepada pihak yang tidak berkepentingan.
6. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor
Autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan pada akun digital.
Dengan fitur ini, proses masuk ke akun tidak hanya mengandalkan kata sandi, tetapi juga membutuhkan verifikasi tambahan.
Verifikasi tersebut dapat berupa kode keamanan, aplikasi autentikator, atau metode lain yang disediakan oleh layanan terkait.
Aktifkan fitur ini pada akun penting, terutama email utama, media sosial, dan layanan keuangan digital.
7. Periksa Perangkat yang Terhubung ke Akun
Pengguna juga perlu memeriksa daftar perangkat yang memiliki akses ke akun Google maupun Apple.
Jika terdapat perangkat yang tidak dikenali, segera keluarkan perangkat tersebut dari daftar akses dan lakukan pengamanan akun.
Jangan lupa mengganti kata sandi menggunakan kombinasi baru yang berbeda dari kata sandi sebelumnya.
Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada perangkat asing yang masih memiliki akses ke informasi pribadi.
8. Hapus Aplikasi yang Mencurigakan
Apabila menemukan aplikasi yang tidak dikenal atau memiliki izin akses tidak wajar, pengguna perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jika aplikasi tersebut terbukti tidak diperlukan dan bukan bagian dari sistem bawaan HP, hapus dari perangkat.
Pada perangkat Android, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur Google Play Protect untuk memeriksa aplikasi yang berpotensi berbahaya.
Sementara itu, pengguna iPhone dapat memeriksa daftar aplikasi dan izin privasi melalui pengaturan perangkat.
Jika aplikasi tidak dapat dihapus atau menunjukkan perilaku mencurigakan, lakukan pemeriksaan keamanan lebih lanjut.
9. Hubungi Operator Seluler Jika Menemukan Pengaturan Mencurigakan
Pengguna yang menemukan pengaturan penerusan panggilan atau call forwarding yang tidak pernah diaktifkan sebaiknya segera menghubungi operator seluler.
Mintalah bantuan untuk memeriksa pengaturan layanan pada nomor telepon yang digunakan.
Pastikan pula tidak ada perubahan pada kartu SIM atau layanan nomor yang dilakukan tanpa persetujuan pemilik.
Pengguna perlu memahami bahwa penerusan panggilan berbeda dengan penyadapan.
Pengaturan tersebut hanya mengalihkan panggilan ke nomor lain dan tidak otomatis memberikan akses terhadap seluruh percakapan maupun data HP.
