Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko memasang aplikasi berbahaya yang berpotensi mengakses informasi pribadi.
3. Hindari Mengeklik Tautan Mencurigakan
Tautan yang dikirim melalui SMS, WhatsApp, email, atau media sosial dapat menjadi salah satu sarana penyebaran aplikasi berbahaya maupun pencurian informasi.
Pengguna sebaiknya tidak sembarangan membuka tautan dari nomor yang tidak dikenal.
Waspadai pula pesan yang meminta pengguna memasukkan kata sandi, kode OTP, PIN, atau informasi perbankan melalui halaman tertentu.
Apabila menerima pesan yang mengatasnamakan lembaga resmi, lakukan pemeriksaan melalui saluran komunikasi resmi sebelum memberikan informasi apa pun.
4. Periksa Izin Akses Aplikasi
Setiap aplikasi memiliki izin akses tertentu untuk menjalankan fungsinya.
Namun, pengguna perlu memastikan bahwa izin yang diberikan sesuai dengan kebutuhan aplikasi tersebut.
Sebagai contoh, aplikasi pengedit foto mungkin membutuhkan akses ke galeri, sedangkan aplikasi navigasi memerlukan akses lokasi.
Sebaliknya, aplikasi sederhana yang tidak membutuhkan mikrofon atau kamera sebaiknya tidak diberikan izin tersebut tanpa alasan yang jelas.
Periksa izin akses kamera, mikrofon, lokasi, kontak, SMS, dan penyimpanan secara berkala melalui menu pengaturan HP.
5. Gunakan PIN atau Kata Sandi yang Kuat
Mengunci layar HP merupakan langkah dasar untuk mencegah orang lain mengakses perangkat tanpa izin.
Pengguna dapat memanfaatkan PIN, kata sandi, pola, atau autentikasi biometrik seperti sidik jari dan pengenalan wajah.
