Irjen Pol Ahrie Sonta Siapa? Ini Sosok Mantan Sekpri Listyo Sigit yang Jabat Kadivkum Polri

Selasa 03 Nov 2026, 16:57 WIB
Sosok Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, lulusan Akpol 2002 yang pernah menjadi Sekpri Listyo Sigit dan ajudan Presiden Prabowo. (Sumber: Instagram/@ahriesonta)
Sosok Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, lulusan Akpol 2002 yang pernah menjadi Sekpri Listyo Sigit dan ajudan Presiden Prabowo. (Sumber: Instagram/@ahriesonta)

POSKOTA.CO.ID - Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Ahrie Sonta Nasution yang dipercaya menduduki jabatan Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri tengah ramai diperbincangkan.

Nama Ahrie Sonta kembali menjadi sorotan seiring munculnya isu mengenai sejumlah jenderal yang tengah menjalani pemeriksaan.

Di tengah perhatian tersebut, rekam jejak dan perjalanan karier perwira kelahiran Bandung itu turut menjadi perhatian masyarakat.

Sebelumnya mengemban posisi Kadivkum Polri, ia sendiri pernah menjadi sekretaris pribadi (Sekpri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan ajudan Presiden Prabowo Subianto.

Ahrie juga lebih dahulu menjalani penugasan di lingkungan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.

Ia tercatat pernah menjabat sebagai Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tingkat II Divpropam Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi.

Promosi jabatan tersebut merupakan bagian dari mutasi perwira tinggi Polri yang dilakukan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Oktober 2026.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, Ahrie dipercaya menggantikan Irjen Pol Agus Nugroho sebagai Kadivkum Polri.

Lantas, Irjen Pol Ahrie Sonta siapa? Bagaimana profil, pendidikan, dan rekam jejak kariernya hingga dipercaya menjadi Kadivkum Polri? Berikut perjalanan kariernya.

Baca Juga: Bisa Dapat iPhone dan Emas dari Transaksi Harian, Ini Cara Ikut PUNDI Jenius Terbaru

Irjen Pol Ahrie Sonta Siapa?

Inspektur Jenderal Polisi Ahrie Sonta Nasution merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian tahun 2002.

Ia lahir di Bandung pada 2 April 1981 dan dikenal pernah menjalankan sejumlah penugasan penting.

Namanya mulai dikenal luas setelah terlibat dalam tim Bareskrim Polri yang menangkap buronan kasus korupsi Djoko Soegiarto Tjandra di Malaysia pada 30 Juli 2020.

Saat operasi tersebut berlangsung, Listyo Sigit Prabowo masih menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi.

Penangkapan Djoko Tjandra menjadi salah satu operasi penting yang melibatkan kerja sama antara kepolisian Indonesia dan Kepolisian Diraja Malaysia.

Ahrie tercatat menjadi bagian dari tim yang terlibat dalam operasi tersebut.

Pengalaman itu menjadi salah satu tahapan awal dalam perjalanan penugasannya bersama Listyo Sigit.

Setelah Listyo Sigit dilantik menjadi Kapolri pada Januari 2021, Ahrie memperoleh kepercayaan untuk menjadi sekretaris pribadi Kapolri.

Jabatan tersebut menempatkannya dalam lingkungan kerja pimpinan tertinggi Polri dan membuatnya terlibat dalam koordinasi berbagai agenda kedinasan.

Selain memiliki pengalaman di lingkungan Mabes Polri, Ahrie juga pernah bertugas sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum mendapat penugasan sebagai Sekpri Kapolri.

Kariernya kemudian berlanjut ke lingkungan Istana Kepresidenan setelah terpilih menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto pada 2024.

Ahrie terpilih menjadi salah satu ajudan Presiden dari unsur Polri. Penunjukan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Perjalanan karier Ahrie kembali mengalami perkembangan pada Oktober 2025.

Dalam periode tersebut, ia memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi.

Kenaikan pangkat itu membuat Ahrie resmi menyandang satu bintang di pundaknya pada usia 44 tahun.

Karier Ahrie Sonta kembali mengalami perkembangan setelah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi sejumlah perwira tinggi Polri pada Oktober 2026.

Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, Ahrie dipercaya menduduki jabatan Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri.

Dirinya menggantikan Irjen Pol Agus Nugroho yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Penunjukan ini sekaligus membawa Ahrie ke jabatan strategis di lingkungan Markas Besar Polri.

Sebelumnya, ia bertugas sebagai Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tingkat II Divpropam Polri.

Dengan jabatan barunya, Ahrie bertanggung jawab dalam lingkungan Divisi Hukum Polri yang memiliki peran penting dalam mendukung aspek hukum di institusi kepolisian.

Divisi Hukum Polri menjalankan fungsi pembinaan dan pengembangan hukum, pemberian pertimbangan serta bantuan hukum, hingga penanganan berbagai persoalan hukum yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepolisian.

Penunjukan tersebut membuat Ahrie menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua pada usia 45 tahun.

Baca Juga: Sekda Bekasi Minta Perangkat Daerah Kawal Revitalisasi Pantura dan Agenda Strategis

Rekam Jejak Karier Irjen Pol Ahrie Sonta

Berikut adalah informasi mengenai rangkuman perjalanan karier Ahrie Sonta berdasarkan informasi yang tersedia:

  • Lulusan Akpol 2002: Ahrie memulai perjalanan kariernya sebagai perwira Polri setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian.
  • Tim Bareskrim Polri (2020): Terlibat dalam tim yang menangkap buronan kasus korupsi Djoko Soegiarto Tjandra di Malaysia.
  • Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok: Pernah mengemban jabatan sebagai kepala kepolisian resor di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.
  • Sekretaris Pribadi Kapolri (2021): Dipercaya menjadi Sekpri Listyo Sigit Prabowo sejak 18 Februari 2021.
  • Ajudan Presiden (2024): Terpilih menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto dari unsur Polri.
  • Brigadir Jenderal Polisi (2025): Memperoleh kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi Polri bintang satu.
  • Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tingkat II Divpropam Polri: Mendapat penugasan di bidang pengamanan internal Polri.
  • Kepala Divisi Hukum Polri (2026): Ditunjuk menggantikan Irjen Pol Agus Nugroho melalui mutasi Oktober 2026.

Berita Terkait


News Update