POSKOTA.CO.ID - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memberikan klarifikasi resmi mengenai kemunculan nama dan logo institusinya dalam ajang TIME100 Next Gala 2026 di New York, Amerika Serikat, Kamis, 29 Oktober 2026.
Danantara memastikan tidak ada alokasi dana maupun pembayaran sponsorship dari kas negara untuk acara bergengsi tersebut. Pencantuman logo tersebut murni bentuk apresiasi awal dari media TIME atas proses penjajakan kerja sama strategis non-finansial yang sedang berlangsung.
Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala N. Mansury, menjelaskan bahwa kehadiran logo Danantara merupakan bagian dari skema dukungan yang saling menguntungkan untuk berbagai forum internasional mendatang.
"Pencantuman logo Danantara pada TIME100 Next merupakan bagian dari skema dukungan non-finansial (in-kind) yang diberikan oleh TIME seiring proses diskusi kerja sama untuk forum-forum internasional, seperti TIME Davos Forum. Hingga saat ini, pembahasan kerja sama tersebut masih dalam tahap penjajakan," ujar Pahala dalam keterangan resminya, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Pahala menambahkan, peluang kerja sama ini dimanfaatkan Danantara untuk mempromosikan berbagai sektor strategis nasional yang dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi investor global.
Beberapa sektor yang disasar antara lain industri perfilman dan kebudayaan, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga proyek investasi berkelanjutan.
Dalam rencana kemitraan non-finansial tersebut, Danantara diproyeksikan berpartisipasi dalam sembilan forum internasional yang digelar TIME. Beberapa di antaranya meliputi TIME100 Davos Dinner & Talks, TIME100 Impact Dinner, TIME100 AI Leadership Forum, hingga TIME Earth Awards.
Langkah membangun jejaring di tingkat global ini menjadi strategi Danantara untuk memperkenalkan potensi ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat relasi dengan pelaku bisnis internasional.
Danantara menegaskan seluruh proses penjajakan ini tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), akuntabilitas, transparansi, serta kepentingan nasional.
