POSKOTA.CO.ID - Langkah cepat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang langsung tancap gas memberantas peredaran narkoba pascadilantik mendapat apresiasi dari pakar hukum. Namun, penindakan di lapangan didesak tidak hanya berhenti pada pengedar kelas teri, melainkan harus mampu membongkar jaringan bandar besar hingga sindikat internasional.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Guru Besar Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof. Henry Indraguna. Menurutnya, respons cepat pimpinan Polri baru ini merupakan angin segar yang memang telah lama dinantikan oleh masyarakat.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya langkah Kapolri baru Jenderal Suyudi. Baru dilantik langsung gebrak narkoba. Ini yang ditunggu masyarakat. Narkoba adalah musuh negara, musuh kita semua,” ujar Henry dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Henry menegaskan, indikator keberhasilan korps bhayangkara dalam mengusut kasus narkotika tidak boleh hanya diukur dari banyaknya jumlah tersangka atau beratnya barang bukti yang disita. Penegakan hukum yang profesional dituntut mampu menelusuri rantai distribusi hingga ke akar-akarnya.
Baca Juga: BNN Geruduk Tempat Hiburan Malam di Jakarta, 13 Orang Positif Narkoba
“Komitmen Kapolri Jenderal Suyudi sangat jelas, berantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Tidak hanya pemakai, tapi bandar besar, jaringan internasional, dan bekingnya harus disikat habis. Ini langkah tegas yang patut kita dukung penuh,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar penyidik tidak cepat puas dengan menangkap pelaku di tingkat bawah. Pengungkapan kasus harus terus dikembangkan secara konsisten berdasarkan alat bukti yang sah untuk mengidentifikasi pemasok utama dan jaringan lintas negara.
Soroti Titik Rawan Kampung Ambon dan Boncos
Selain penindakan berskala besar, Henry menyoroti keberadaan sejumlah kawasan di Jakarta yang dikenal rentan menjadi titik panas peredaran gelap narkoba, seperti Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah, Jakarta Barat.
Menurutnya, penertiban dan operasi kepolisian di zona-zona rawan tersebut tidak boleh sekadar menjadi aksi insidental atau "hangat-hangat tahi ayam".
Baca Juga: Tak Ada Ampun! Baru 1 Bulan Menjabat, Kapolri Suyudi Ario Seto Gulung Sindikat Narkoba
"Langkah ini juga harus diikuti pengawasan, edukasi, dan pelibatan masyarakat untuk mencegah peredaran narkoba kembali berkembang," kata Henry.
