MAGELANG, POSKOTA.CO.ID – Andrea Bocelli mungkin tidak dapat melihat dunia dengan kedua matanya. Namun, melalui suara emasnya, maestro tenor asal Italia itu telah menyentuh hati jutaan orang di berbagai belahan dunia. Lebih dari sekadar menghadirkan keindahan musik, perjalanan hidupnya juga membawa pesan tentang harapan, kepedulian, dan kemanusiaan.
Selama lebih dari tiga dekade, suara Bocelli mengiringi perjalanan banyak orang melalui lagu-lagu seperti Con te partirò, Time to Say Goodbye, hingga The Prayer. Karya-karya tersebut berbicara tentang cinta, kehilangan, doa, dan harapan yang melintasi batas bahasa maupun negara.
Lahir di Lajatico, Tuscany, Italia, pada 22 September 1958, Bocelli mengalami gangguan penglihatan akibat glaukoma sejak kecil. Penglihatannya semakin memburuk hingga akhirnya kehilangan penglihatan sepenuhnya pada usia 12 tahun setelah mengalami kecelakaan saat bermain sepak bola.
Keterbatasan tersebut tidak menghentikan langkahnya. Musik justru menjadi ruang bagi Bocelli untuk mengembangkan bakat dan membangun karier hingga dikenal sebagai salah satu penyanyi tenor paling populer di dunia.
Baca Juga: Profil Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Bung Karno Sang Maestro Musik Tanah Air
Lagu The Prayer, yang dibawakannya bersama Céline Dion, menjadi salah satu karya yang lekat dengan pesan spiritual dan harapan. Melalui lagu tersebut, Bocelli menghadirkan pesan tentang keinginan manusia untuk hidup dalam kedamaian dan menemukan dunia yang lebih baik.
Namun, perjalanan Bocelli tidak hanya berkisah tentang kesuksesan di panggung. Di balik tepuk tangan dan kemegahan pertunjukan, ia juga menaruh perhatian pada kehidupan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Musik untuk Pendidikan dan Kemanusiaan
Pada 2011, Bocelli bersama keluarganya mendirikan Andrea Bocelli Foundation (ABF). Yayasan ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, musik, dan berbagai program sosial, terutama bagi anak-anak serta komunitas rentan.
Melalui ABF, Bocelli turut mendukung pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Italia. Program yayasan tersebut juga menjangkau Haiti dengan membantu meningkatkan akses pendidikan, air bersih, dan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca Juga: Lirik Lagu Maestro - SEVENTEEN dan Terjemahan Indonesia, Duduki Trending Youtube
Kepedulian terhadap anak-anak yang hidup di tengah konflik juga menjadi bagian dari kegiatan yayasan. Melalui program ABF Voices of Jerusalem, yayasan mendukung pendidikan musik, pengembangan keterampilan sosial dan emosional, serta pendampingan psikososial bagi anak-anak dan generasi muda dari Betlehem dan Yerusalem Timur.
