POSKOTA.CO.ID - Sosok Sari Putri menjadi sorotan warganet di media sosial setelah mengaku sebagai mahasiswa dalam aksi Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Sari kedapatan mengenakan jaket almamater berlogo Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
Kehadiran sosoknya dalam acara tersebut membuat Sari viral di media sosial, terutama karena atribut yang dikenakannya. Ia juga menuai perhatian karena turut membacakan deklarasi dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Bayu Setiadi Dibayar Siapa? Ngaku Jadi Mahasiswa Bayaran di Acara Bareng Raffi Ahmad
Namun, baru-baru ini diketahui bahwa Sari tidak terdaftar sebagai mahasiswa aktif UBSI. Hal ini pun menimbulkan spekulasi liar di benak publik mengenai dugaan status Sari sebagai mahasiswa bayaran.
Tak hanya itu, pihak UBSI pun turut menuntut penjelasan serta klarifikasi Sari karena mengenakan atribut kampus mereka dalam acara yang juga dihadiri oleh Raffi Ahmad itu.
Klarifikasi Sari Putri
Di tengah polemik yang berkembang, Sari akhirnya muncul ke publik dan memberikan klarifikasi. Ia mengaku bahwa dirinya memang bukan mahasiswa aktif UBSI
Video klarifikasi tersebut diunggah melalui akun Instagram Keluarga Besar Mahasiswa UBSI Dewi Sartika @kbm_ubsi.dws, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Dalam klarifikasinya, Sari menyebut bahwa ia mendapatkan jaket almamater UBSI dari seseorang tanpa mengetahui asal usul atribut tersebut.
Baca Juga: Klarifikasi Raffi Ahmad Usai Dikritik Gegara Hadiri Aksi Sumpah Pemuda di Bundaran HI
"Saya bukan mahasiswa aktif UBSI. Almamater yang saya gunakan merupakan pemberian dari seseorang yang tidak saya kenal dan bukan merupakan identitas resmi saya sebagai mahasiswa UBSI," kata Sari dalam video tersebut.
