Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Mien Aminah menjelaskan pagelaran seni budaya di Kampung Ciranggon merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya diselenggarakan di Situ Binong, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat.
Kampung Ciranggon menjadi salah sebuah lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus desa pertama yang memiliki surat keputusan (SK) penetapan desa wisata di Kabupaten Bekasi. Pagelaran seni budaya bertujuan mempromosikan destinasi desa wisata, melestarikan kebudayaan daerah, meningkatkan daya tarik wisata, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat partisipasi dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, serta pelaku seni budaya dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar," ucapnya.
Ketua Desa Wisata Kampung Ciranggon, Ijaz Alhadi mengatakan pagelaran seni budaya tersebut menampilkan berbagai kesenian tradisional, mulai dari tari-tarian hingga pencak silat sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan menjaga warisan budaya kepada masyarakat luas.
Ia menjelaskan, sejak diresmikan sekitar empat tahun lalu, Desa Wisata Kampung Ciranggon terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Di antaranya destinasi wisata Kampung Tilu dan Saung Tepian yang menawarkan suasana wisata alam serta kuliner khas pedesaan.
"Berdasarkan aktivitas transaksi para pedagang, Kampung Ciranggon setiap pekannya dikunjungi sekitar 5.000 orang. Tingginya kunjungan tersebut turut memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pedagang lokal," tuturnya.
Ia menambahkan kekuatan Desa Wisata Kampung Ciranggon terletak pada keterlibatan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas pertanian sekaligus mengembangkan usaha perdagangan dan jasa wisata. Hamparan persawahan, kehidupan petani, serta budaya gotong royong menjadi karakter yang terus dipertahankan.
"Melalui pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal, masyarakat sekitar diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus meninggalkan identitas budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun," ujar dia.
