BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus mendorong pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal sebagai upaya melestarikan seni budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja saat menghadiri pagelaran seni di Destinasi Wisata Kawung Tilu, Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata desa sekaligus mempertahankan tradisi dan identitas budaya Kabupaten Bekasi di tengah perkembangan wilayah sebagai kawasan industri.
Asep mengatakan Kabupaten Bekasi memiliki keberagaman suku dan budaya, khususnya masyarakat Sunda di wilayah selatan serta Betawi di wilayah utara. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan daerah yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Baca Juga: Daftar 12 Korban Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi, 6 Orang Tewas
"Walaupun Bekasi dikenal sebagai kota industri, tradisi dan budaya tidak boleh ditinggalkan. Budaya merupakan cerminan sekaligus landasan moral masyarakat yang harus kita pertahankan," kata Asep, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia juga mengapresiasi kehidupan masyarakat Kampung Ciranggon yang masih mempertahankan budaya gotong royong, suasana pedesaan, serta aktivitas pertanian. Kondisi lingkungan yang asri, akses jalan yang baik, kuliner lokal, dan keramahan masyarakat menjadi potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
Asep menambahkan Pemkab Bekasi akan terus mendorong pengembangan desa wisata di berbagai wilayah, terutama desa-desa yang masih memiliki lingkungan alam yang asri dan potensi kearifan lokal.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya di Kampung Ciranggon, tetapi juga dapat diperluas ke desa-desa lainnya melalui perencanaan pembangunan dan penentuan skala prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Baca Juga: Hadiri Pelantikan PCNU, Bupati Bekasi Tegaskan Pentingnya Peran NU di Tengah Modernisasi
"Desa wisata harus kita rawat, kita pertahankan, dan terus kita perbaiki. Kalau dikembangkan, aktivitas ekonomi masyarakat akan tumbuh. Masyarakat bisa berdagang, bertani, sekaligus mempertahankan budaya yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka," ujarnya.
