Program tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, bernyanyi, membangun pertemanan, dan mengekspresikan diri di tengah situasi kehidupan yang penuh tantangan.
Pada 2019, Bocelli juga tampil bersama penyanyi sopran Palestina, Zeina Barhoum, dalam sebuah kegiatan penggalangan dana. Kegiatan tersebut berhasil menghimpun hampir 760 ribu poundsterling untuk mendukung program pendidikan.
Bagi Bocelli, musik tidak hanya menjadi sarana hiburan. Melalui berbagai kegiatan sosial, musik juga dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan masyarakat, menumbuhkan empati, dan membantu mereka yang membutuhkan.
Dari Borobudur untuk Anak-anak Terdampak Konflik
Semangat kemanusiaan tersebut turut mewarnai konser Andrea Bocelli dalam rangka Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (31/10/2026).
Konser yang menandai tiga dekade perjalanan album Romanza itu tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga membawa misi solidaritas. Melalui rangkaian konser di Indonesia, promotor Shoemaker Live menghadirkan inisiatif penggalangan dana dengan target penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak Palestina dan anak-anak di negara lain yang terdampak konflik.
Sepasang sepatu mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi anak-anak yang hidup dalam situasi kemanusiaan sulit, benda tersebut dapat memiliki arti besar. Sepatu dapat melindungi kaki saat berjalan, menemani perjalanan menuju sekolah, hingga memberikan kenyamanan ketika bermain.
Inisiatif ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Bantuan sederhana pun dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan orang lain.
Melalui kegiatan tersebut, konser Bocelli di Indonesia menghadirkan pesan bahwa seni dan musik dapat menjadi ruang untuk membangun solidaritas. Penonton tidak hanya diajak menikmati suara sang maestro, tetapi juga diingatkan tentang pentingnya berbagi dan memperhatikan sesama.
Setelah tampil di Borobudur, rangkaian konser Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia dijadwalkan berlanjut di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Melihat Dunia Melalui Hati
Kehadiran Bocelli di Borobudur menghadirkan perpaduan antara seni, perjalanan hidup, dan pesan kemanusiaan. Seorang penyanyi yang kehilangan penglihatan sejak usia muda tampil di salah satu warisan budaya dunia, membawa karya yang telah dikenal lintas generasi.
Perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak harus menjadi penghalang untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Melalui suara, Bocelli menyampaikan keindahan. Melalui yayasannya, ia ikut membuka kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Sementara melalui konser di Indonesia, pesan kepedulian terhadap anak-anak terdampak konflik kembali digaungkan.
