JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk mewujudkan eliminasi tuberkulosis (TBC) di ibu kota pada 2030. Sebanyak 197 rumah sakit didukung jaringan puskesmas di Jakarta diharapkan dapat memperkuat penanganan penyakit menular tersebut.
Pramono mengatakan eliminasi TBC membutuhkan keseriusan dan konsistensi dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, serta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia berharap program tersebut tetap menjadi prioritas meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
“Saya memberikan dukungan sepenuhnya agar di tahun 2030 benar-benar eliminasi untuk TB di Jakarta itu bisa terwujudkan,” ujar Pramono dalam kegiatan Hospital Leadership for TB Elimination di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Baca Juga: Kasus TBC Jakarta Tinggi, Dinkes Sebut Penanganan di Rumah Sakit Belum Maksimal
Menurut Pramono, upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik. Kesehatan masyarakat juga menjadi salah satu prasyarat penting yang harus diperhatikan.
“Sebagai kota global, salah satu prasyaratnya adalah masyarakatnya itu harus sehat,” katanya.
Ia menjelaskan, Jakarta memiliki jaringan fasilitas kesehatan yang dapat dioptimalkan untuk mendukung percepatan eliminasi TBC.
Pramono berharap seluruh fasilitas kesehatan tersebut dapat memperkuat penemuan kasus, pengobatan pasien hingga tuntas, serta upaya pencegahan penularan TBC di masyarakat.
Baca Juga: Cegah Penularan TBC, Dinkes Jakarta Gencarkan Pelacakan hingga Keluarga Pasien
“Saat ini, terdapat 197 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu di ibu kota,” ucapnya.
Pramono menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta yang mencapai 85,05 dan menempati posisi tertinggi secara nasional.
Menurutnya, capaian pembangunan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Pramono berharap penguatan kerja sama tersebut dapat meningkatkan efektivitas penanggulangan TBC sehingga target eliminasi di Jakarta pada 2030 dapat tercapai.
Baca Juga: 5.101 Kasus TBC Terjadi di Kabupaten Tangerang Sepanjang Tahun 2026
“Harapannya koordinasi antara pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta, dan rumah sakit dapat terus diperkuat untuk menjawab tantangan penanganan penyakit tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan, Benyamin Paulus Octavianus, menyampaikan bahwa penanganan TBC di Jakarta menunjukkan perkembangan, terutama dalam penemuan kasus dan pengobatan. Namun, upaya pencegahan masih perlu ditingkatkan agar penularan dapat ditekan.
“Pemerintah akan mengevaluasi berbagai kekurangan dalam penanganan TBC bersama jajaran rumah sakit untuk menyusun langkah perbaikan pada 2027,” ucapnya. (M4)
