Dorong Nelayan Melek Teknologi, Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Gelar Pelatihan Navigasi Digital

Selasa 27 Okt 2026, 15:00 WIB
Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi mmberikan Pelatihan Penggunaan GPS dalam menentukan Fishing Ground bagi Nelayan. Berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tarumajaya, Selasa (27/10/2026). (Sumber: Pemkab Bekasi)
Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi mmberikan Pelatihan Penggunaan GPS dalam menentukan Fishing Ground bagi Nelayan. Berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tarumajaya, Selasa (27/10/2026). (Sumber: Pemkab Bekasi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi membekali 50 nelayan kecil dengan pelatihan navigasi berbasis Global Positioning System (GPS) dan pemanfaatan informasi cuaca digital. Langkah ini dilakukan untuk menggeser kebiasaan nelayan yang selama ini hanya mengandalkan insting, sekaligus meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional saat melaut.

Kegiatan yang berpusat di Aula Kantor Kecamatan Tarumajaya pada Selasa, 27 Oktober 2026 ini menghadirkan narasumber dari Stasiun Meteorologi Kelas I BMKG Tanjung Priok, Andi Cahyadi, serta koordinator penyuluh navigasi pesisir.

Ketua Tim Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Tasim Suryadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mendorong nelayan agar semakin melek teknologi dalam memetakan area penangkapan ikan (fishing ground) dan membaca potensi bahaya di laut.

“Harapannya, nelayan kita mulai melek teknologi dan mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Selain aspek navigasi koordinat, ada aspek mitigasi agar mereka memahami kondisi alam sebelum memutuskan berangkat,” kata Tasim.

Baca Juga: Daftar 12 Korban Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi, 6 Orang Tewas

Manfaatkan Smartphone, Tak Perlu Beli Alat Mahal

Menurut Tasim, penerapan teknologi di laut tidak selalu membutuhkan investasi besar. Nelayan dapat memanfaatkan fitur GPS dan aplikasi BMKG yang terpasang di smartphone pribadi mereka tanpa perlu membeli perangkat navigasi khusus.

Melalui aplikasi tersebut, nelayan bisa membaca data riil mengenai tinggi gelombang, kecepatan arus, arah angin, hingga potensi hujan. Informasi ini sangat krusial, terutama saat memasuki periode cuaca ekstrem seperti musim hujan dan angin barat.

Selain aspek keselamatan, efisiensi ekonomi menjadi fokus utama. Dengan posisi koordinat yang pasti, nelayan tidak perlu membuang waktu dan bahan bakar (BBM) hanya untuk mencari titik kumpul ikan.

“Dengan teknologi yang ada, perencanaan operasional jadi lebih akurat. Waktu penangkapan lebih efisien, penggunaan bahan bakar lebih hemat, dan hasil tangkapan bisa sesuai target dengan tetap mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

Baca Juga: Atasi Penumpukan Sampah Kali Jambe, Pemkab Bekasi Alokasikan Anggaran Rp2,3 Miliar untuk Normalisasi

Peluang Ekspansi ke Muaragembong

Melihat urgensi keselamatan pelayaran, Dinas Perikanan berencana mereplikasi program pelatihan ini ke wilayah pesisir lain di Kabupaten Bekasi berdasarkan hasil evaluasi kegiatan di Tarumajaya.

Kecamatan Muaragembong menjadi target utama berikutnya mengingat kawasan tersebut merupakan kantong populasi nelayan terbesar di wilayah ini.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, dari total 4.073 nelayan yang terdaftar:

  • 75 persen berada di Kecamatan Muaragembong,
  • 20 persen berdomisili di Kecamatan Tarumajaya,
  • 5 persen sisanya tersebar di Kecamatan Babelan dan Cabangbungin.

Melalui edukasi secara berkala, pemerintah daerah berharap angka kecelakaan laut dapat ditekan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir.

“Prinsipnya, nelayan kita harus selamat dan sejahtera. Selamat secara fisik dan sejahtera secara ekonomi,” pungkas Tasim.


Berita Terkait


News Update