Mobil Terobos Jalur Pelari di JRF, Ternyata Ada Keadaan Darurat

Senin 26 Okt 2026, 16:19 WIB
Mobil terobos jalur pelari di Jakarta Running Festival (JRF) karena kondisi darurat (Dok. Threads/@aprilizio)
Mobil terobos jalur pelari di Jakarta Running Festival (JRF) karena kondisi darurat (Dok. Threads/@aprilizio)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Viral video sebuah mobil menerobos jalur pelari saat event JRF (Jakarta Running Festival) yang membuat geram pelari. Namun, aksi menerobos diketahui sedang dalam kondisi darurat yang memaksanya melewati jalur pelari yang ditutup.

Peristiwa ini terjadi pada event JRF yang diselenggarakan di kawasan GBK (Gelora Bung Karno), Senayan, Jakarta Pusat pada 24-25 Oktober 2026.

Pemilik akun Threads @aprilizio mengunggah video  yang memperlihatkan mobil diduga menerobos jalur pelari yang sedang berlomba padahal jalur tersebut harusnya sudah ditutup karena ada penyelenggaraan event.

Aksi tersebut memicu reaksi peserta lari yang berada di lokasi dan mengeluarkan sumpah serapah mereka terhadap pemilik mobil yang membuka kacanya sambil berusaha mencari jalan di antara para pelari.

Baca Juga: Jadwal Penutupan Jalan Jakarta Running Festival 2026: Cek Jam dan Rute 24-25 Oktober

Klarifikasi Pihak Terkait Terhadap Peristiwa

Setelah viral, unggahan tersebut ditanggapi akun @rtrb___216 yang mengaku sebagai saudara dari istri pemilik mobil dan mengatakan peristiwa tersebut sedang dalam keadaan darurat.

“Istrinya adalah saudara saya dan pagi dini hari ada emergency yang suaminya harus bawa ke rumah sakit terdekat," tulisnya. Ia mengatakan mereka sudah memutar jalan selama 40 menit, tetapi tidak ada pengawas yang membukakan jalan hingga akhirnya polisi membantu buka jalan. 

Diketahui wanita yang ada di dalam mobil sedang hamil anak pertama, sehingga pasangan suami istri tersebut sangat menjaganya dan khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat peristiwa terjadi.

Dari pernyataan pihak keluarga tersebut, netizen turut simpati dan mendoakan kebaikan agar ibu dan calon anaknya diberi keselamatan serta mendesak pengunggah video untuk meminta maaf. Para pelari dinilai terlalu cepat menyimpulkan kejadian hingga mengeluarkan sumpah serapah tanpa tahu atau mendengarkan penjelasan. 

Baca Juga: Identitas Pelari Kalcer yang Terobos COP JRF 2026 Siapa? Ini Sosok dan Permintaan Maafnya

Namun, sejumlah netizen juga menyoroti bagaimana sistem penutupan jalan pada suatu event besar tidak memiliki alternatif jalan atau solusi bagi kendaraan yang dalam kondisi darurat. 


Berita Terkait


News Update