Bahaya Penggunaan Inhaler Berlebihan Bisa Picu Mimisan, Ini Penjelasan Medisnya

Jumat 23 Okt 2026, 16:39 WIB
Ilustrasi- Dokter menjelaskan risiko penggunaan inhaler hidung berlebihan setelah warga Threads curhat mimisan. (Sumber: Pinterest edited by AI Generated)
Ilustrasi- Dokter menjelaskan risiko penggunaan inhaler hidung berlebihan setelah warga Threads curhat mimisan. (Sumber: Pinterest edited by AI Generated)

POSKOTA.CO.ID - Belakangan ini, penggunaan inhaler hidung tengah menjadi tren di kalangan anak muda yang kerap mengidentifikasikan diri sebagai Remaja Jompo. Namun, unggahan viral seorang pengguna Threads yang mengalami mimisan hebat usai menancapkan inhaler di hidungnya mendadak menyita perhatian publik serta para praktisi kesehatan.

Fenomena ini bermula ketika seorang pengguna Threads dengan akun @selviputriii membagikan pengalamannya yang mendadak mengalami pendarahan hidung (mimisan) setelah menyumbat hidungnya dengan inhaler dalam durasi waktu yang cukup lama.

"Inhaler for rescue, aku tancepin 5 menit nonstop sambil napas. Tiba-tiba darah deras dari hidung," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia menambahkan bahwa dirinya bukan tipe orang yang sering mengalami mimisan. Tidak butuh waktu lama, unggahan ini langsung diserbu respons netizen yang mengaku memiliki kebiasaan serupa. Salah seorang pengguna lain, @mcflung turut membagikan foto tisu bernoda darah dan membagikan cerita serupa.

Baca Juga: Apakah Anda Termasuk Remaja Jompo? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

"Kaa, aku juga kebiasaan pake inhaler, tiada hari tanpa inhaler, gong hari ini tiba tiba mimisan cukup banyak, yang aku foto sisa sisaan aja btw aku juga sama kaya kamu gapernah ada riwayat mimisan," tulis @mcflung.

Penjelasan Cara Kerja Mentol dan Risiko Iritasi Hidung

Menanggapi ramainya unggahan tersebut, edukator kesehatan dr. Dion Haryadi memberikan penjelasan mengenai kandungan serta efek mekanis inhaler bagi saluran pernapasan.

Melalui video edukasinya, dr. Dion menjelaskan bahwa inhaler umumnya mengandung bahan seperti mentol, kamper, eukaliptus, serta minyak aromatik lainnya. Mentol merangsang reseptor saraf di hidung sehingga memberikan sensasi dingin dan rasa lega. Padahal, secara anatomis saluran hidung mungkin masih tersumbat.

Mengenai risiko bahayanya, dr. Dion menegaskan inhaler sejatinya tidak berbahaya jika digunakan dengan intensitas yang wajar.

Baca Juga: Fenomena Downgrade Lifestyle Ramai di Threads, dari Ganti Merek Beras hingga Turun Gaji

"Apakah ini berbahaya? Sebenarnya tidak, tapi kalau kamu pakai terlalu sering dengan intensitas aroma yang terlalu kuat, ia bisa mengiritasi hidung atau cuping hidung di sekitarnya," jelas dr. Dion Haryadi.

Ia juga mengingatkan agar netizen tidak menjadikan inhaler sebagai pelarian utama saat merasa pernapasan kurang lancar. Jika seseorang merasa harus menghirup inhaler setiap hari atau setiap saat, hal tersebut bisa menandakan adanya masalah kesehatan pada hidung yang membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Imbauan Dokter Spesialis THT Terhadap Bahaya Paparan Jangka Panjang Inhaler

Tidak hanya dr. Dion, dokter spesialis THT melalui akun @dr_rian_tht turut memberikan peringatan keras mengenai kebiasaan menancapkan atau menempelkan inhaler di dalam lubang hidung dalam waktu lama.

"Saya sering lihat orang menaruh inhaler dalam jangka waktu lama di hidung. Ini sangat berbahaya," tulis dr. Rian dalam kolom komentar.

Baca Juga: Maudy Ayunda Mengapa Disebut Tone Deaf? Konten Mindfulness Picu Perdebatan di Threads

dr. Rian membeberkan tiga dampak buruk utama dari kebiasaan tersebut:

  1. Rentan Iritasi dan Mimisan: Paparan langsung zat aktif dalam jarak dekat dan waktu lama dapat memicu iritasi pembuluh darah halus di hidung.
  2. Gangguan Saraf: Uap dari zat aktif inhaler dapat mengiritasi saraf yang mengontrol kembang-kempisnya daging konka hidung serta saraf penciuman.
  3. Paparan Senyawa Organik VOC: Efek jangka panjang dari paparan Volatile Organic Compounds (VOC) atau aroma kuat dari inhaler.

Di akhir tanggapannya, dr. Rian secara tegas memberi nilai "1/10 would not recommend" untuk kebiasaan menyumbat hidung menggunakan inhaler. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap bijak dan tidak berlebihan dalam menggunakan produk kesehatan apapun. (m6)


Berita Terkait


News Update