JAKARTA, POSKOTA.CO.ID — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji penambahan rute baru Transjabodetabek guna memperluas jangkauan dan meningkatkan keterhubungan antarmoda bagi masyarakat di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).
Hal ini diharapkan dapat menjadi alternatif utama bagi para penglaju yang beraktivitas di ibu kota, sekaligus menekan ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi rencana pertimbangan ekspansi rute ini pada Rabu, 21 Oktber 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk memperbaiki konektivitas lintas wilayah dan mendorong peningkatan jumlah pengguna moda transportasi massal.
Menanggapi rencana tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menekankan bahwa pengembangan layanan transportasi massal antarwilayah harus berfokus pada kemudahan perjalanan penumpang secara menyeluruh, mulai dari titik keberangkatan awal hingga ke tujuan akhir.
“Transportasi publik harus memudahkan perjalanan warga. Bukan hanya tersedia, tetapi rutenya sesuai kebutuhan, waktu tempuhnya masuk akal, dan perpindahan antarmodanya tidak menyulitkan,” tegas Khoirudin.
Ia menambahkan, keberhasilan penambahan rute baru sangat bergantung pada evaluasi mendalam di lapangan. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan meliputi:
- Pemetaan akurat mengenai titik asal dan tujuan utama para penglaju.
- Penambahan frekuensi bus pada jam-jam padat keberangkatan dan kepulangan kerja.
- Kemudahan akses perpindahan penumpang ke moda transportasi lain seperti MRT, LRT, maupun KRL Commuter Line.
Menurut Khoirudin, penguatan koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah daerah di sekitar kawasan Bodetabek menjadi kunci utama agar layanan transportasi lintas batas dapat terus berkembang selaras dengan kebutuhan aktual masyarakat.
“Yang perlu dilihat adalah kebutuhan warga di lapangan. Kalau rute semakin terhubung dan perjalanan semakin mudah, masyarakat akan punya alasan lebih kuat untuk beralih ke transportasi umum,” katanya.
