JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Harga ikan laut basah di sejumlah pasar tradisional kawasan Jakarta dan Depok melonjak signifikan selama dua pekan terakhir. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena memicu penurunan omzet penjualan secara drastis hingga 30 persen akibat pembeli yang mulai membatasi konsumsi.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat, 23 Oktober 2026, kenaikan terjadi merata pada hampir semua jenis komoditas laut, mulai dari tongkol, kembung, bandeng, udang, cumi-cumi, hingga ikan kue.
Pedagang ikan di Pasar Agung Depok Timur, Aep Sapsudin, 52 tahun, mengungkapkan bahwa lonjakan harga berkisar antara Rp10.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Kenaikan tertinggi terjadi pada cumi-cumi yang melonjak dari Rp100.000 menjadi Rp120.000 per kilogram.
"Ikan kembung yang tadinya Rp60.000 naik jadi Rp70.000, tongkol dari Rp45.000 naik ke Rp50.000, dan bandeng naik dari Rp55.000 ke Rp60.000 per kilogram," papar Aep kepada Poskota, Jumat.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kg, Pedagang Pasar di Jakarta Keluhkan Sepi Pembeli
Menurut Aep, kelangkaan pasokan dari Pusat Pelelangan Ikan Muara Angke, Jakarta, menjadi penyebab utama. Faktor cuaca buruk di laut diduga membuat tangkapan nelayan menurun dan jadwal pendaratan kapal kerap terlambat. Untuk mengantisipasi kerugian, pedagang terpaksa menjual kembali stok sisa hari sebelumnya.
Dampak serupa dirasakan Iman (46), pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pria yang telah berjualan sejak 1997 ini mencatat kenaikan rata-rata Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Di lapaknya, harga cumi melonjak dari Rp60.000 menjadi Rp80.000, tuna dari Rp65.000 ke Rp70.000, dan udang dari Rp60.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.
"Imbas harga naik, pembeli berkurang drastis. Omzet saya turun sekitar 25 sampai 30 persen. Selain faktor cuaca, ada kemungkinan kenaikan harga disebabkan oleh dampak penyesuaian harga bahan bakar untuk kapal nelayan," ujar Iman.
Baca Juga: Pedagang Pasar Jakarta Geruduk Balai Kota, Protes Biaya Revitalisasi Terlau Tinggi
Lonjakan harga ini tak hanya memukul pedagang pasar, tetapi juga pengusaha warung makan. Ibu Marso, 59 tahun, pemilik warung makan di kawasan Cimanggis, mengaku mulai mengalihkan menu dagangannya ke ikan air tawar seperti lele dan emas untuk menyiasati biaya operasional.
"Ikan laut seperti tongkol dan kembung tetap disediakan, tapi porsinya dikurangi. Kami khawatir pembeli kaget kalau harganya langsung dinaikkan," kata Marso.
Baik pedagang maupun pelaku usaha kecil berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan pokok dan lauk-pauk, sehingga daya beli masyarakat kembali pulih dan rantai distribusi dari nelayan tetap terjaga.
"Jika bisa harga stabil dan tidak naik terus ya," ucapnya.
