Pedagang Pasar Serdang Laporkan Pungli dan Jual Beli Lapak sebelum Terbakar

Senin 28 Sep 2026, 19:19 WIB
Pascakebakaran Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Selatan, terbakar, Senin, 28 September 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)
Pascakebakaran Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Selatan, terbakar, Senin, 28 September 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pedagang Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, sempat melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) dan jual beli lapak sebelum kebakaran terjadi, Minggu, 27 September 2026, malam WIB.

Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Serdang, H. Sumarno mengatakan persoalan pungli dan dugaan jual beli lapak telah dilaporkan kepada pihak terkait. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi salah satu masalah yang dihadapi pedagang di Pasar Serdang.

“Punglinya saya buka, saya ungkap, saya laporkan juga,” kata Sumarno kepada Poskota, Senin, 28 September 2026.

Sumarno menyebutkan, dugaan pungli tersebut berkaitan dengan pengelolaan lapak pedagang. Persoalan itu diklaim telah menimbulkan ketegangan dengan pihak pengelola pasar dan membuat sejumlah pedagang merasa tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Serdang Diduga Sabotase, Pedagang Temukan Bensin Berbungkus Plastik di Atas Plafon 

“Nah ternyata kepala pasarnya ini kayaknya tidak terima dengan diungkapkannya jual beli lapak,” ujarnya.

Berkaitan dengan Penolakan Revitalisasi Pasar

Sumarno juga mengaitkan persoalan tersebut dengan rencana revitalisasi Pasar Serdang yang sebelumnya dipermasalahkan pedagang. Sumarno mengaku mempertanyakan pembebanan biaya revitalisasi kepada pedagang dalam audiensi dengan pihak pemerintah daerah.

Selain dugaan pungli, Sumarno menyebut terdapat persoalan pembiayaan revitalisasi yang menurutnya perlu diperiksa. Ia mengaku telah melaporkan dugaan persoalan tersebut kepada Inspektorat dan Ombudsman.

Di tengah persoalan tersebut, Pasar Serdang terbakar pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Api dilaporkan berasal dari salah satu kios di bagian dalam pasar dan kemudian ditangani petugas pemadam kebakaran bersama sejumlah pedagang.

Baca Juga: Penyebab Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Apa? Simak Kronologi dan Faktanya

Sumarno juga menyebut adanya temuan BBM jenis bensin Pertalite yang dibungkus plastik transparan tersebut di atas plafon sekitar ruangan kantor kepala pasar setelah kebakaran. Temuan tersebut, menurut dia, telah diserahkan kepada pihak Inafis untuk kepentingan penyelidikan.


Berita Terkait


News Update