Tiga Bulan Harga Daging Ayam Naik, Pedagang Warung Makanan di Sawangan Depok Pasrah Keuntungan Menipis

Senin 21 Sep 2026, 15:10 WIB
Potret Iwan pedagang kantin sekolah. (Sumber: Pos Kota/ Angga)
Potret Iwan pedagang kantin sekolah. (Sumber: Pos Kota/ Angga)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Lonjakan harga daging ayam potong di wilayah Depok dan sekitarnya mengeluhkan para pelaku usaha mikro dan pedagang makanan olahan.

Memasuki bulan ketiga kenaikan, harga komoditas pangan ini bertahan di kisaran Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, melampaui harga normal sebelumnya sebesar Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Kondisi ini memaksa para pedagang kecil memutar otak demi menjaga kelangsungan usaha. Kendati biaya operasional membengkak, mayoritas dari mereka memilih tidak menaikkan harga jual porsi makanan ke konsumen karena khawatir kehilangan pelanggan.

Iwan, 45 tahun pedagang kantin di SMK Insan Medika, Sawangan, Kota Depok, mengungkapkan bahwa kenaikan harga daging ayam di tingkat pasar tradisional sudah berlangsung konsisten selama tiga bulan terakhir.

Baca Juga: Harga Daging Ayam di Depok Melonjak hingga Rp50 Ribu, Pedagang Sebut Dampak Program MBG

"Saat ini harga sudah menyentuh Rp39.000 per kilo dari yang biasanya Rp33.000 sampai Rp35.000. Sudah lama tidak turun-turun lagi," ujar Iwan saat ditemui di tempat usahanya di Pengasinan, Sawangan, Depok, Senin, 21 September 2026.

Iwan yang biasa berbelanja pasokan di Pasar Tradisional Bojonggede ini mengaku serba salah. Menyesuaikan harga jual produk justru berisiko membuat pembeli beralih.

"Kalau harga dinikkan, pembeli akan teriak dan kabur. Keadaan seperti ini kami bertahan saja meski keuntungan makin tipis," tambahnya seraya berharap adanya intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga komoditas pokok.

Hal senada dirasakan Kheruroh, 42 tahun, pemilik warung nasi rames di kawasan Depok. Ia menyebutkan harga satu ekor ayam negeri ukuran 1 kilogram saat ini dipatok mencapai Rp40.000.

Baca Juga: Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Jakarta Masih Mahal jelang Nataru

Sebagai penyedia lauk pauk seperti ayam goreng dan ayam bakar, ia tidak memiliki pilihan selain tetap membeli bahan baku dasar tersebut.


Berita Terkait


News Update