Reshuffle Menlu Sugiono, Dino Patti Djalal: Langkah Bijak Bebaskan Rangkap Peran

Jumat 02 Okt 2026, 13:21 WIB
Dino Patti Djalal memberikan tanggapan terkait reshuffle Menlu Sugiono dalam konten video Instagram pribadinya. (Sumber: Dok. Instagram/@dinopattidjalal)
Dino Patti Djalal memberikan tanggapan terkait reshuffle Menlu Sugiono dalam konten video Instagram pribadinya. (Sumber: Dok. Instagram/@dinopattidjalal)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal memberikan tanggapannya mengenai langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet.

Dalam kebijakan terbaru itu, Sugiono resmi digantikan Arrmanatha Nasir sebagai Menlu. Sugiono digeser sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Dino memandang pergeseran posisi ini sebagai keputusan politik dan tata kelola pemerintahan yang tepat serta bijaksana dari Presiden Prabowo Subianto.

Solusi Beban Rangkap Peran

Menurutnya, Sugiono dihadapkan pada tantangan berat dalam membagi waktu serta atensi antara agenda diplomasi internasional dan tanggung jawab besarnya di dalam negeri selama menjabat sebagai Menlu.

Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kapolri dan Kabinet, Pengamat: Pengaruh Poros Solo Dikurangi

"Saya memandang ini sebagai keputusan yang bijak dan tepat karena selama ini Menlu Sugiono terlihat sulit membagi waktu dan atensi antara tugas luar negeri di satu pihak, dan di lain pihak tanggung jawab penting beliau sebagai petinggi partai yang tentunya menuntut waktu yang besar di dalam negeri," kata Dino dikutip Poskota dari Instagram pribadinya, Jumat, 2 Oktober 2026.

Sebagaimana diketahui, selain menjalankan tugas diplomasi negara, Sugiono juga mengemban posisi strategis di internal partai politiknya. 

Dengan digesernya Sugiono menjadi Menko PMK, peran kepemimpinan diplomasi kini diserahkan penuh kepada Arrmanatha Nasir (Tata), seorang diplomat karier senior yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

Baca Juga: Bahlil Rangkap Jabatan Kementerian saat Reshuffle Kabinet, Bagaimana Aturannya?

Apresiasi 23 Bulan Pengabdian Sugiono

Meski menilai reshuffle kabinet ini langkah yang tepat, Dino mewakili FPCI maupun secara pribadi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi Sugiono selama hampir dua tahun memimpin Kemlu.

"Atas nama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan saya pribadi, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Sugiono atas dedikasi dan sumbangsih beliau sebagai Menteri Luar Negeri ke-18 Republik Indonesia," ungkapnya.

Dino mencatat, selama 23 bulan masa jabatannya dalam situasi global yang dinamis dan penuh tantangan, Sugiono telah mengukir sejumlah pencapaian strategis bagi diplomasi Indonesia, di antaranya:

  • Pelopor Integrasi BRICS: Menjadi pelopor masuknya Indonesia ke dalam kelompok BRICS, pada Januari 2025.
  • Presidensi Dewan HAM PBB: Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.
  • Inisiator Board of Peace: Membawa Indonesia sebagai salah satu pendiri Board of Peace.
  • Perlindungan WNI: Keberhasilan pemulangan dan penyelamatan WNI dari berbagai situasi konflik bermasalah di luar negeri.

Baca Juga: Reshuffle Kabinet Hari Ini: Prabowo Lantik Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan Pratikno

Kematangan Diplomatik

Nilai tambah lain dari Sugiono yang dipuji oleh Dino adalah sikap profesionalismenya yang terbuka terhadap kritik. 

Menurut mantan Juru Bicara Presiden SBY tersebut, Sugiono tidak pernah merasa tersinggung atau marah meskipun kerap mendapat masukan kritis, termasuk dari dirinya.

"Beliau tidak pernah merasa tersinggung atau marah dan terus menjaga komunikasi dan dialog dengan saya. Dan inilah esensi dari diplomasi, yaitu walaupun berbeda pandangan, namun terus menjaga hubungan dan bahkan menyesuaikan diri dengan kritik jikalau ada benarnya," tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Ia juga beranggapan, sikap saling menghargai dan keterbukaan komunikasi semacam ini, merupakan teladan profesionalisme yang patut dicontoh oleh para pejabat publik lainnya di tanah air. (m6)


Berita Terkait


News Update