JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal memberikan tanggapannya mengenai langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet.
Dalam kebijakan terbaru itu, Sugiono resmi digantikan Arrmanatha Nasir sebagai Menlu. Sugiono digeser sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Dino memandang pergeseran posisi ini sebagai keputusan politik dan tata kelola pemerintahan yang tepat serta bijaksana dari Presiden Prabowo Subianto.
Solusi Beban Rangkap Peran
Menurutnya, Sugiono dihadapkan pada tantangan berat dalam membagi waktu serta atensi antara agenda diplomasi internasional dan tanggung jawab besarnya di dalam negeri selama menjabat sebagai Menlu.
Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kapolri dan Kabinet, Pengamat: Pengaruh Poros Solo Dikurangi
"Saya memandang ini sebagai keputusan yang bijak dan tepat karena selama ini Menlu Sugiono terlihat sulit membagi waktu dan atensi antara tugas luar negeri di satu pihak, dan di lain pihak tanggung jawab penting beliau sebagai petinggi partai yang tentunya menuntut waktu yang besar di dalam negeri," kata Dino dikutip Poskota dari Instagram pribadinya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Sebagaimana diketahui, selain menjalankan tugas diplomasi negara, Sugiono juga mengemban posisi strategis di internal partai politiknya.
Dengan digesernya Sugiono menjadi Menko PMK, peran kepemimpinan diplomasi kini diserahkan penuh kepada Arrmanatha Nasir (Tata), seorang diplomat karier senior yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Baca Juga: Bahlil Rangkap Jabatan Kementerian saat Reshuffle Kabinet, Bagaimana Aturannya?
Apresiasi 23 Bulan Pengabdian Sugiono
Meski menilai reshuffle kabinet ini langkah yang tepat, Dino mewakili FPCI maupun secara pribadi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi Sugiono selama hampir dua tahun memimpin Kemlu.
"Atas nama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan saya pribadi, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Sugiono atas dedikasi dan sumbangsih beliau sebagai Menteri Luar Negeri ke-18 Republik Indonesia," ungkapnya.
