Kebakaran Kampung Muka Ancol Hanguskan 20 Rumah, 143 Warga Mengungsi

Minggu 27 Sep 2026, 21:19 WIB
Warga mencari sisa-sisa barang berharga yang masih bisa diselamatkan dari kebakaran 20 rumah di Kampung Muka, RT 09 RW 04, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Minggu, 27 September 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)
Warga mencari sisa-sisa barang berharga yang masih bisa diselamatkan dari kebakaran 20 rumah di Kampung Muka, RT 09 RW 04, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Minggu, 27 September 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 143 jiwa dari 59 Kepala Keluarga terpaksa bertahan di tempat penampungan sementara Aula Madrasah Masjid At-Taubah, Kampung Muka, Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 27 September 2026.

Langkah evakuasi massal ini dilakukan setelah musibah kebakaran hebat melumat sedikitnya 20 rumah semi permanen di Blok D RT 09/RW 04 sekitar pukul 09.00 WIB.

Ketua RW 04, Bahrun Syah menjelaskan, kobaran api berawal dari sebuah kontrakan berlantai dua sebelum akhirnya dengan cepat merembet ke pemukiman padat.

"Api cepat membesar dan membentuk pusaran akibat bangunan rata-rata semi permanen. Beruntung ada dinding herbel di sisi lain yang menahan laju api," kata Bahrun, Minggu, 27 September 2026.

Baca Juga: Terbakar Buntut Korsleting Listrik, 20 Rumah di Ancol Hangus

3 Pemilik Kontrakan Menderita Luka Bakar

Selain memicu kerugian material yang besar, insiden ini mengakibatkan tiga orang pria yang merupakan pemilik kontrakan menderita luka bakar di beberapa bagian tubuh.

Ketiga korban luka langsung mendapatkan penanganan medis darurat dari tim medis Puskesmas setempat begitu dievakuasi dari lokasi ledakan awal.

Hingga Minggu sore, arus bantuan seperti makanan cepat saji, pakaian, serta tenda pengungsian dari BPBD Jakarta Utara, PMI, dan Artha Graha Peduli telah terdistribusi ke lokasi.

"Bantuan makanan instan dan tenda BPBD sudah masuk. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi," ujarnya.

Baca Juga: Penyebab Panggung Juicy Luicy di Highland Fest 2026 Kebakaran Apa? Ini Kronologi Insiden di Bukittinggi

Pengungsi Butuh Kipas Angin

Bahrun mengungkapkan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi para korban di posko penampungan saat ini meliputi alat kipas angin, kasur, selimut, dan air minum.

Ketersediaan pendingin udara sangat krusial mengingat terdapat lima balita berusia di bawah lima tahun yang ikut mengungsi di dalam aula masjid yang terasa cukup panas.

Pihak pengurus lingkungan pun kembali mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan potensi bahaya kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau panjang.


Berita Terkait


News Update