JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 143 jiwa dari 59 Kepala Keluarga terpaksa bertahan di tempat penampungan sementara Aula Madrasah Masjid At-Taubah, Kampung Muka, Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 27 September 2026.
Langkah evakuasi massal ini dilakukan setelah musibah kebakaran hebat melumat sedikitnya 20 rumah semi permanen di Blok D RT 09/RW 04 sekitar pukul 09.00 WIB.
Ketua RW 04, Bahrun Syah menjelaskan, kobaran api berawal dari sebuah kontrakan berlantai dua sebelum akhirnya dengan cepat merembet ke pemukiman padat.
"Api cepat membesar dan membentuk pusaran akibat bangunan rata-rata semi permanen. Beruntung ada dinding herbel di sisi lain yang menahan laju api," kata Bahrun, Minggu, 27 September 2026.
Baca Juga: Terbakar Buntut Korsleting Listrik, 20 Rumah di Ancol Hangus
3 Pemilik Kontrakan Menderita Luka Bakar
Selain memicu kerugian material yang besar, insiden ini mengakibatkan tiga orang pria yang merupakan pemilik kontrakan menderita luka bakar di beberapa bagian tubuh.
Ketiga korban luka langsung mendapatkan penanganan medis darurat dari tim medis Puskesmas setempat begitu dievakuasi dari lokasi ledakan awal.
Hingga Minggu sore, arus bantuan seperti makanan cepat saji, pakaian, serta tenda pengungsian dari BPBD Jakarta Utara, PMI, dan Artha Graha Peduli telah terdistribusi ke lokasi.
"Bantuan makanan instan dan tenda BPBD sudah masuk. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi," ujarnya.
Pengungsi Butuh Kipas Angin
Bahrun mengungkapkan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi para korban di posko penampungan saat ini meliputi alat kipas angin, kasur, selimut, dan air minum.
