Peringati Hari Tani Nasional ke-66, Massa di DPR Suarakan Penolakan UU Reforma Agraria

Kamis 24 Sep 2026, 19:40 WIB
Sejumlah petani sayur bersama Sekjen AGRA, Saiful Wathoni dalam aksi di depan Gedung DPR, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 24 September 2026. (Sumber: Poskota/Rizki Gojali)
Sejumlah petani sayur bersama Sekjen AGRA, Saiful Wathoni dalam aksi di depan Gedung DPR, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 24 September 2026. (Sumber: Poskota/Rizki Gojali)

Ia juga mengkritik keterlibatan militer dan istilah batalion dalam ranah pertanian dan pangan.

"Bahkan di proyek-proyek pangan lainnya sekarang juga menggunakan istilah batalion pangan. Batalion pangan, batalionperikanan, batalion perenakan, segala macamnya. Kita tidak mengerti akhirnya konsep negara ini mau diapakan sama Prabowo," tuturnya.

Salah seorang peserta aksi dari Aliransi Setia Rakyat Bandung, Miftahul mengatakan, para petani masih menjadi buruh di tanah yang dimiliki pemerintah.

"Jadi banyak sekali buruh tani yang tidak mempunyai tanah di sana. Sedangkan, tanah sangat luas sekali di Pangalengan, itu ada beribu-ribu hektar, kebun teh yang dimiliki oleh PTPN, teapi rakyat sendiri tidak mempunyai tanah yang seharusnya milik rakyat sendiri," kata dia.

Ia berharap, aksi yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke-66 sekaligus menolak UU PRA dapat menjadi langkah awal untuk bersatunya seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan reforma agraria yang sejati.

"Harapannya untuk aksi kali ini untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuknya kelas buruh, kaum tani, pemuda, dan mahasiswa, untuk tetap bersatu, tetap menjadi aliansi yang kuat agar bisa mewujudkan reforma agraria sejati," pungkasnya. (M1)


Berita Terkait


News Update