JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komisi E DPRD DKI Jakarta mendorong pemeliharaan dan peningkatan fasilitas Planetarium Jakarta di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Fasilitas yang bernilai sejarah ini dinilai memiliki potensi besar untuk kembali menjadi ikon wisata edukasi utama bagi anak-anak dan pelajar di ibu kota.
Dukungan tersebut mengemuka usai pimpinan dan anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan lapangan ke kawasan TIM pada Senin, 21 September 2026.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Koordinator Komisi E, Rany Mauliani, menyoroti nilai histori Planetarium yang sangat melekat bagi warga Jakarta. Menurutnya, tidak semua daerah atau negara memiliki fasilitas edukasi sains berbasis astronomi sehebat Planetarium.
"Waktu saya kecil, ini adalah ikonnya pendidikan untuk anak-anak sekolah. Fasilitas ini sudah luar biasa, sangat sayang kalau tidak dirawat (maintenance) dan ditingkatkan kualitasnya (upgrade)," tegas Rany di lokasi.
Baca Juga: Tiket Planetarium Jakarta Terbatas, Ini Jadwal Teater Bintang Mulai Januari 2026
Ia menambahkan, revitalisasi dan perubahan kawasan TIM secara keseluruhan harus dibarengi dengan perawatan Planetarium secara berkelanjutan.
Hal ini penting agar generasi muda Jakarta tetap bisa menikmati ruang belajar astronomi yang memadai.
Kualitas Suara dan Variasi Film
Senada dengan Rany, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, mengapresiasi kondisi Planetarium saat ini, tetapi memberikan sejumlah catatan kritis terkait fasilitas pertunjukan.
Menurut Subki, pengelola perlu mengevaluasi tata suara (sound system) dan memperkaya materi film astronomi yang diputar agar tidak membosankan bagi pengunjung.
"Untuk Planetarium secara umum cukup bagus. Cuma ada sedikit masukan dari tata suara yang kurang jernih dan tajam. Selain itu, film atau kontennya kalau bisa lebih beragam, jangan hanya fokus pada satu materi, supaya anak-anak makin tertarik untuk datang dan belajar," jelas Subki.
