Dinkes Jakarta Catat ISPA Bertambah 15,7 Persen, Warga Diimbau Tak Panik

Selasa 22 Sep 2026, 21:52 WIB
Ilustrasi penderita ISPA di Jakarta. (Sumber: Pexels)
Ilustrasi penderita ISPA di Jakarta. (Sumber: Pexels)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta mencatat adanya pertambahan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jakarta sebanyak 15,7 persen.

Kepala Dinkes Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, pertambahan kasus ISPA tersebut tidak dapat langsung dikaitkan dengan Influenza A. Sebab, diperlukan pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan jenis virus atau kuman yang menjadi penyebabnya.

“Berdasarkan data Puskesmas di DKI Jakarta, kasus ISPA di Jakarta menunjukkan peningkatan sesuai pola musiman, meningkat sekitar 15,7 persen,” kata Ani saat dikonfirmasi Selasa, 22 September 2026.

Ani mengatakan, ISPA dapat disebabkan berbagai faktor risiko maupun jenis kuman penyebab. Karena itu, kenaikan kasus ISPA belum dapat menjadi indikator bahwa terjadi peningkatan kasus Influenza A di Jakarta.

Baca Juga: Cegah Risiko ISPA Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kalbe Bagikan Ratusan Masker kepada Pengendara di Jakarta

“Namun, peningkatan kasus ISPA tidak serta-merta berarti seluruhnya disebabkan oleh Influenza A, karena ISPA dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko dan kuman penyebab,” ujarnya.

Ani menambahkan, berdasarkan data kunjungan rumah sakit yang tercatat melalui SIRS Online, Dinkes DKI Jakarta juga belum melihat adanya lonjakan kasus yang signifikan.

Meski begitu, pemantauan terhadap perkembangan kasus akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus di masyarakat.

“Dari data kunjungan RS melalui SIRS Online belum dapat dikatakan terjadi lonjakan yang signifikan,” ucapnya.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan ISPA Imbas Abu Krakatau, Dinkes Serang Siagakan Puskesmas 24 Jam

Dinkes Jakarta mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penularan penyakit pernapasan.

Masyarakat diimbau tidak panik serta menerapkan sejumlah langkah pencegahan, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, serta menerapkan etika batuk.

“Mengimbau masyarakat untuk tidak panik, dan tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit atau di tempat ramai," tuturnya.


Berita Terkait


News Update