Lakukan Streamlining BUMN, Ekonom: Momentum Putus Potensi Penyalahgunaan Relasi Bisnis

Senin 21 Sep 2026, 17:54 WIB
Ilustrasi logo BUMN.
Ilustrasi logo BUMN.

POSKOTA.CO.ID - Langkah pemerintah bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam melakukan perampingan (streamlining) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai menjadi momentum penting untuk membenahi efisiensi, profesionalisme, serta daya saing perusahaan negara.

Ekonom Senior Prasasti Center, Piter Abdullah, menegaskan bahwa perampingan ini mendesak dilakukan mengingat struktur BUMN saat ini sudah terlalu gemuk dan acap kali keluar dari bisnis utamanya.

"Ini upaya yang bagus dan sudah seharusnya dilakukan untuk meningkatkan daya saing serta efisiensi BUMN kita," ujar Piter di Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Piter menilai masalah utama BUMN selama ini terletak pada jumlah dan ruang lingkup usaha yang terlalu luas, berkembang dari hulu ke hilir tanpa memicu keahlian inti.

Baca Juga: BNI Perkuat Fundamental Bisnis, Dukung Transformasi BUMN

Gurita anak hingga cucu perusahaan bahkan merambah ke sektor non-inti yang sebetulnya bisa digarap pasar swasta.

"Misalnya ada anak-cucu BUMN yang bergerak di bidang rental mobil. Ini menghabisi kesempatan sektor swasta," tegas Piter.

Transisi bisnis yang hanya berputar di lingkungan internal anak-cucu BUMN dinilai memicu rasa nyaman palsu. Akibatnya, BUMN tidak terbiasa bertarung secara terbuka, sehingga minim sekali perusahaan negara yang mampu menembus kompetisi internasional.

Selain efisiensi, streamlining berfungsi memutus potensi penyalahgunaan relasi bisnis non-meritokratis antar-BUMN yang sering memicu moral hazard. Piter menambahkan, transparansi struktur ini wajib diimbangi dengan penghapusan praktik bagi-bagi jatah jabatan.

Baca Juga: Obrolan Warteg: BUMN Bukan Tempat Bancakan

"Streamlining harus diikuti peningkatan profesionalisme. Penempatan posisi komisaris maupun direksi harus didasarkan pada kapasitas, bukan sekadar politik balas budi," ucapnya.


Berita Terkait


News Update