POSKOTA.CO.ID - Kasus influenza A di Indonesia menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang diperbarui pada 12 September 2026, proporsi positif influenza dalam pemeriksaan laboratorium mencapai 38 persen pada pekan ke-35.
Angka tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebesar 22 persen.
Dalam periode pemeriksaan tersebut, sebanyak 175 spesimen diperiksa di laboratorium.
Dari jumlah itu, 66 spesimen dinyatakan positif influenza. Mayoritas kasus yang ditemukan merupakan influenza A(H1N1)pdm09.
Sementara itu, sekitar 33 persen kasus yang terdeteksi terjadi pada anak-anak berusia 0-4 tahun.
Lantas, apa saja perbedaan influenza A dengan batuk pilek biasa? Bagaimana gejala yang perlu diperhatikan dan kapan penderita perlu mendapatkan pemeriksaan medis?
Simak penjelasan mengenai penyebab, gejala, risiko komplikasi, pengobatan hingga cara mencegah penularan influenza A berikut ini.
Baca Juga: BGN Pecat Karyawan SPPG Bantul yang Viral Ejek Korban Keracunan MBG di Karo
Apa Itu Influenza A?
Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A.
Virus ini memiliki sejumlah subtipe, salah satunya influenza A(H1N1)pdm09 yang ditemukan dalam mayoritas kasus berdasarkan data pemeriksaan tersebut.
Infeksi influenza umumnya dapat menyebar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara sehingga menghasilkan percikan pernapasan.
Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Gejala influenza dapat muncul secara tiba-tiba. Demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot dan rasa lelah menjadi sejumlah keluhan yang sering muncul.
Meskipun sebagian besar orang dapat pulih, influenza dapat menyebabkan komplikasi pada kelompok tertentu, terutama anak kecil, lansia, ibu hamil dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca Juga: Nofel Saleh Hilabi Siapa? Sosok yang Jadi Sorotan usai Andre Taulany dan Amanda Rigby Menikah
Apa Bedanya Influenza A dan Batuk Pilek Biasa?
Influenza A dan batuk pilek biasa sama-sama merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menimbulkan sejumlah gejala serupa.
Kondisi tersebut membuat masyarakat terkadang sulit membedakan keduanya, terutama pada tahap awal ketika keluhan seperti batuk, pilek dan sakit tenggorokan mulai muncul.
Meski memiliki gejala yang mirip, influenza A dan batuk pilek biasa disebabkan oleh kelompok virus yang berbeda.
Selain itu, pola munculnya gejala, tingkat keparahan penyakit dan risiko komplikasi juga dapat berbeda.
1. Berbeda Virus Penyebabnya
Perbedaan pertama dapat dilihat dari penyebab infeksinya. Batuk pilek biasa atau common cold dapat disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus.
Salah satu virus yang paling sering menjadi penyebabnya adalah rhinovirus.
Virus penyebab batuk pilek dapat menyebar melalui percikan pernapasan maupun kontak dekat dengan orang yang sedang terinfeksi.
Karenanya, penularannya relatif mudah terjadi, terutama di lingkungan yang melibatkan interaksi dan kontak dengan banyak orang.
Sementara itu, influenza A disebabkan oleh virus influenza tipe A. Salah satu jenis yang dapat ditemukan pada manusia adalah influenza A(H1N1)pdm09.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang diperbarui pada 12 September 2026, mayoritas kasus influenza yang terdeteksi dalam pemeriksaan laboratorium merupakan influenza A(H1N1)pdm09.
2. Gejalanya Memiliki Perbedaan
Batuk pilek biasa umumnya menimbulkan gejala yang lebih ringan dan berkembang secara bertahap.
Keluhan dapat berupa bersin, hidung tersumbat, hidung berair, sakit tenggorokan dan batuk.
Beberapa penderita juga dapat mengalami mata berair, post-nasal drip atau lendir yang mengalir ke belakang tenggorokan, sakit kepala ringan hingga pegal-pegal ringan.
Sementara itu, influenza A dapat menimbulkan gejala yang muncul secara lebih mendadak.
Keluhan yang sering dikaitkan dengan influenza antara lain demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala dan rasa lelah.
Pada influenza, rasa tidak enak badan dan kelelahan dapat terasa lebih menonjol.
Namun, tidak semua penderita mengalami seluruh gejala tersebut sehingga diagnosis tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan keluhan.
3. Influenza Dapat Berkembang Lebih Berat
Perbedaan lainnya terletak pada tingkat keparahan penyakit. Batuk pilek biasa pada umumnya dapat membaik dengan perawatan di rumah, istirahat yang cukup dan pemenuhan kebutuhan cairan.
Sementara itu, influenza dapat menyebabkan kondisi yang lebih berat, terutama pada kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
Komplikasi influenza dapat berupa pneumonia atau infeksi pada paru-paru. Risiko tersebut perlu mendapat perhatian lebih pada anak-anak, lansia serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Karena itu, gejala influenza sebaiknya tidak dianggap sama dengan batuk pilek biasa, terutama apabila kondisi penderita terus memburuk.
Baca Juga: Pendaftaran dan Simulasi TKA SD dan SMP 2026: Jadwal, Tahapan, dan Informasi Penting
4. Perbedaan dalam Penanganan
Penanganan batuk pilek biasa umumnya ditujukan untuk mengurangi gejala. Penderita dapat beristirahat, memperbanyak minum dan menggunakan obat pereda gejala sesuai kebutuhan serta petunjuk tenaga kesehatan.
Pada influenza, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat antivirus, terutama pada penderita tertentu atau mereka yang memiliki risiko komplikasi.
Obat antivirus influenza umumnya memberikan manfaat lebih besar apabila diberikan pada tahap awal penyakit.
Penggunaan obat sebaiknya tetap berdasarkan pemeriksaan dan anjuran dokter, khususnya pada anak-anak, lansia dan kelompok yang memiliki risiko komplikasi.
5. Cara Mencegah Penularan
Baik influenza A maupun batuk pilek biasa dapat menular melalui percikan pernapasan dan kontak dengan orang yang terinfeksi.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan membatasi penularan menjadi bagian penting dalam pencegahan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah penularan influenza A dan batuk pilek antara lain:
- Rutin mencuci tangan: Gunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, sebelum makan, serta setelah batuk atau bersin.
- Hindari menyentuh wajah: Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut menggunakan tangan yang belum bersih karena dapat menjadi jalur masuknya virus ke dalam tubuh.
- Menjaga jarak: Kurangi kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan seperti batuk, pilek atau demam.
- Menggunakan masker: Kenakan masker ketika berada di tempat ramai atau saat sedang mengalami gejala sakit untuk membantu mengurangi risiko penularan.
- Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin: Gunakan tisu atau bagian dalam siku untuk menutup mulut dan hidung agar percikan pernapasan tidak menyebar ke orang lain.
- Tetap berada di rumah saat sakit: Membatasi aktivitas di luar rumah ketika sedang mengalami gejala dapat membantu mencegah penularan virus kepada keluarga maupun orang lain.
- Menjaga istirahat dan asupan cairan: Pastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup serta kebutuhan cairan tetap terpenuhi selama mengalami sakit.
- Mendapatkan vaksin influenza: Vaksin influenza dapat diberikan sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
