Karenanya, penularannya relatif mudah terjadi, terutama di lingkungan yang melibatkan interaksi dan kontak dengan banyak orang.
Sementara itu, influenza A disebabkan oleh virus influenza tipe A. Salah satu jenis yang dapat ditemukan pada manusia adalah influenza A(H1N1)pdm09.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang diperbarui pada 12 September 2026, mayoritas kasus influenza yang terdeteksi dalam pemeriksaan laboratorium merupakan influenza A(H1N1)pdm09.
2. Gejalanya Memiliki Perbedaan
Batuk pilek biasa umumnya menimbulkan gejala yang lebih ringan dan berkembang secara bertahap.
Keluhan dapat berupa bersin, hidung tersumbat, hidung berair, sakit tenggorokan dan batuk.
Beberapa penderita juga dapat mengalami mata berair, post-nasal drip atau lendir yang mengalir ke belakang tenggorokan, sakit kepala ringan hingga pegal-pegal ringan.
Sementara itu, influenza A dapat menimbulkan gejala yang muncul secara lebih mendadak.
Keluhan yang sering dikaitkan dengan influenza antara lain demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala dan rasa lelah.
Pada influenza, rasa tidak enak badan dan kelelahan dapat terasa lebih menonjol.
Namun, tidak semua penderita mengalami seluruh gejala tersebut sehingga diagnosis tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan keluhan.
3. Influenza Dapat Berkembang Lebih Berat
Perbedaan lainnya terletak pada tingkat keparahan penyakit. Batuk pilek biasa pada umumnya dapat membaik dengan perawatan di rumah, istirahat yang cukup dan pemenuhan kebutuhan cairan.
Sementara itu, influenza dapat menyebabkan kondisi yang lebih berat, terutama pada kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
