Influenza A di Indonesia Meningkat, Apa Bedanya dengan Batuk Pilek Biasa? Cek Gejala dan Risikonya

Senin 21 Sep 2026, 19:30 WIB
Ilustrasi Influenza A di Indonesia perlu diwaspadai meski aktivitas masih berada pada kategori rendah. (Sumber: freepik)
Ilustrasi Influenza A di Indonesia perlu diwaspadai meski aktivitas masih berada pada kategori rendah. (Sumber: freepik)

Infeksi influenza umumnya dapat menyebar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara sehingga menghasilkan percikan pernapasan.

Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

Gejala influenza dapat muncul secara tiba-tiba. Demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot dan rasa lelah menjadi sejumlah keluhan yang sering muncul.

Meskipun sebagian besar orang dapat pulih, influenza dapat menyebabkan komplikasi pada kelompok tertentu, terutama anak kecil, lansia, ibu hamil dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca Juga: Nofel Saleh Hilabi Siapa? Sosok yang Jadi Sorotan usai Andre Taulany dan Amanda Rigby Menikah

Apa Bedanya Influenza A dan Batuk Pilek Biasa?

Influenza A dan batuk pilek biasa sama-sama merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menimbulkan sejumlah gejala serupa.

Kondisi tersebut membuat masyarakat terkadang sulit membedakan keduanya, terutama pada tahap awal ketika keluhan seperti batuk, pilek dan sakit tenggorokan mulai muncul.

Meski memiliki gejala yang mirip, influenza A dan batuk pilek biasa disebabkan oleh kelompok virus yang berbeda.

Selain itu, pola munculnya gejala, tingkat keparahan penyakit dan risiko komplikasi juga dapat berbeda.

1. Berbeda Virus Penyebabnya

Perbedaan pertama dapat dilihat dari penyebab infeksinya. Batuk pilek biasa atau common cold dapat disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus.

Salah satu virus yang paling sering menjadi penyebabnya adalah rhinovirus.

Virus penyebab batuk pilek dapat menyebar melalui percikan pernapasan maupun kontak dekat dengan orang yang sedang terinfeksi.


Berita Terkait


undefined
Kopi Pagi

Pileg Jangan Bikin "Pilek" 

News Update