DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Harga daging ayam potong di Pasar Tradisional Reni Jaya Lama, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, melonjak tajam pada Senin, 21 September 2026.
Lonjakan harga yang dinilai tertinggi sepanjang tahun ini mengakibatkan omzet para pedagang merosot drastis hingga 50 persen.
Salah seorang pedagang ayam di Blok C Pasar Reni Jaya Lama, Syamsuri, 41 tahun, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
"Saat ini harga satu ekor ayam mencapai Rp48.000 sampai Rp50.000, dari yang semula hanya Rp38.000. Untuk daging filet dada sekarang Rp57.000 per kilogram dan filet paha Rp56.000 per kilogram, padahal sebelumnya cuma Rp50.000," ujar Syamsuri saat ditemui Pos Kota di lapaknya, Senin, 21 September 2026.
Pedagang Duga Pasokan Tersedot MBG
Pria yang sudah lima tahun berjualan daging ayam ini menduga, pemicu utama kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat eceran disebabkan oleh berjalannya kembali Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai libur sekolah.
Menurut Syamsuri, penyerapan pasokan ayam dalam jumlah besar langsung dari pemotong skala besar untuk kebutuhan MBG membuat jatah untuk pedagang eceran kecil berkurang.
"Kenaikan terasa sejak program MBG jalan lagi setelah anak-anak masuk sekolah. Pengadaan MBG mengambil ayam langsung dari pemotong besar, bukan lewat pedagang eceran. Ini yang bikin barang di pasar berkurang," jelasnya.
Kondisi ini memukul daya beli masyarakat. Syamsuri menyebut banyak pelanggan setianya yang kini menyiasati tingginya harga dengan mengosongkan porsi belanjaan mereka.
Baca Juga: Harga Daging Diperkirakan Capai Rp180 Ribu Perkilogram, Disperindag: HET Rp125 Ribu
"Pembeli pada kaget dan teriak. Sekarang banyak yang cuma beli setengah potong saja. Karena sudah kebutuhan sehari-hari, mau tidak mau mereka tetap beli meski dikurangi," tambah Syamsuri.
