Diwarnai Angin Puting Beliung, Partisipasi Pemilih Pilkades Serentak Bekasi 2026 Capai 95 Persen

Senin 21 Sep 2026, 08:00 WIB
Warga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Bekasi, Minggu, 20 September 2026. (Sumber: Diskominfosantik Kabupaten Bekasi))
Warga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Bekasi, Minggu, 20 September 2026. (Sumber: Diskominfosantik Kabupaten Bekasi))

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi yang digelar di 154 desa, Minggu, 20 September 2026, berlangsung lancar dan kondusif. Berdasarkan laporan sementara, tingkat partisipasi pemilih di sejumlah wilayah mencapai 90 hingga 95 persen.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Bekasi Hudaya mengatakan, angka tersebut masih berdasarkan laporan sementara dari sejumlah wilayah.

Karena itu, data tersebut belum mencerminkan hasil penghitungan tingkat partisipasi pemilih secara keseluruhan.

“Beberapa laporan menyampaikan partisipasinya cukup tinggi, ada yang sampai 90 sampai 95 persen. Itu secara umum saja karena belum secara real penghitungan partisipasinya,” ujar Hudaya dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, Senin, 21 September 2026.

Baca Juga: Dapat Hibah Aset Rampasan Negara Rp3,65 Miliar, Pemkot Bekasi Siapkan Polder Pengendali Banjir

Menurut Hudaya, tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilih tidak terlepas dari kedekatan emosional antara warga dengan para calon kepala desa.

Karakteristik Pilkades yang berlangsung di lingkungan masyarakat secara langsung membuat hubungan antara pemilih dan calon relatif lebih dekat.

“Biasanya kalau Pilkades partisipasinya tinggi karena hubungan emosional antara yang dipilih dengan yang memilih lebih dekat,” ucap Hudaya.

Kedekatan tersebut, lanjut Hudaya, membuat sebagian warga yang tengah bekerja di luar daerah rela menyempatkan diri pulang untuk menggunakan hak pilihnya di desa masing-masing.

Baca Juga: Polda Metro Bongkar Jaringan Sabu di Bekasi, 5 Orang Ditangkap dan 4 Senjata Disita

Lalu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memastikan tahapan pemungutan hingga penghitungan suara berjalan sesuai ketentuan.

"Berdasarkan laporan dari seluruh kecamatan, kondisi di lapangan secara umum berlangsung aman dan kondusif," kata Hudaya.

Meski demikian, kata Hudaya, terdapat kendala di TPS Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, yang terdampak angin puting beliung sekitar pukul 12.15 WIB.

Peristiwa tersebut hanya merusak tenda TPS dan tidak mengganggu keamanan surat suara maupun proses penghitungan.

Baca Juga: 2.000 Penari Muda Ramaikan PNBK Jilid III, Budaya jadi Panggung Kreativitas Generasi Bekasi

“Surat-surat suara tidak ada yang terkena angin puting beliung, cuma tendanya saja. Bahkan, penghitungan di desa tersebut sudah selesai,” beber Hudaya. 

Pada Pilkades Serentak 2026, Pemkab Bekasi juga menguji penerapan TPS Digital sebagai bagian dari upaya digitalisasi proses pemilihan kepala desa.

Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan TPS Digital secara umum berjalan baik meski sempat ditemukan kendala teknis di salah satu desa di Kecamatan Cibarusah.

“Setelah dikabari ke tim IT, kendala tersebut langsung ditangani sehingga proses pemungutan suara kembali berjalan normal,” jelas Hudaya.

Baca Juga: Dugaan Pungli di Plaza Patriot, 5 Pejabat Pemkot Bekasi Dinonaktifkan

Menurut Hudaya, penerapan TPS Digital juga mendapat respons positif dari masyarakat di sejumlah lokasi. Pemkab Bekasi akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan uji coba tersebut untuk melihat kemungkinan pengembangan digitalisasi dalam pelaksanaan Pilkades berikutnya.

“Paling tidak yang ingin kita bangun adalah trust daripada masyarakat,” ucap Hudaya.


Berita Terkait


News Update