Video tersebut kemudian turut mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pada Minggu (20/9/2026), Gibran mengunggah video itu melalui akun Instagram pribadinya.
Gibran menyayangkan pernyataan yang disampaikan staf dapur MBG tersebut, khususnya karena berkaitan dengan anak-anak yang terdampak dugaan keracunan.
“Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan,” ujar Gibran dikutip Senin, 21 September 2026
Baca Juga: Kenapa Kantor BGN Pindah ke Gedung Telkom? Ini Penjelasan Sudaryono
Evaluasi Etika dan Penggunaan Media Sosial
Gagat meminta seluruh personel SPPG menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi bersama. Ia juga mengingatkan agar setiap karyawan lebih bijak dalam menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik.
Menurutnya, perilaku satu orang dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG secara keseluruhan. Karena itu, tanggung jawab dalam menjaga komunikasi menjadi bagian penting dari pelayanan publik.
“Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Mari kita jadikan ini pelajaran. Bekerja dengan benar, berkomunikasi dengan baik, dan tetap memiliki empati,” tegas Gagat.
Pemberhentian karyawan SPPG Bantul tersebut menjadi langkah BGN dalam merespons kontroversi yang muncul. Di sisi lain, evaluasi terhadap etika komunikasi dan perlindungan penerima manfaat tetap diperlukan agar penyelenggaraan program berjalan dengan mengedepankan kemanusiaan dan kepercayaan masyarakat.
