Loker Palsu di Kebayoran Lama Diduga Minta Pelamar Bayar Rp1,6 Juta, Polisi Turun Tangan

Kamis 17 Sep 2026, 12:21 WIB
Ilustrasi pencari kerja saat mencari lowongan pekerjaan. Polisi menyelidiki dugaan loker palsu di Kebayoran Lama yang disebut meminta pelamar membayar Rp1,6 juta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ilustrasi pencari kerja saat mencari lowongan pekerjaan. Polisi menyelidiki dugaan loker palsu di Kebayoran Lama yang disebut meminta pelamar membayar Rp1,6 juta. (Sumber: Wikimedia Commons)

"Untuk korbannya saat ini sejauh ini sudah ada dua. Tapi baru satu yang datang untuk diperiksa," kata Seala.

Ia melanjutkan, "Mintanya itu Rp1,6 juta. Jika tidak diberikan uang Rp1,6 juta, tidak boleh keluar dari kantor tersebut."

Baca Juga: Sosok Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Siapa dan Apa Motifnya? Wajahnya Viral di Media Sosial

Hal yang Sedang Didalami Polisi

Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam penyelidikan antara lain:

Status perusahaan

Polisi mengecek data perusahaan melalui OSS dan Kementerian Hukum untuk memastikan legalitasnya.

Keterangan para korban

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari orang yang mengaku mengalami kejadian tersebut.

Permintaan uang kepada pelamar

Polisi mendalami alasan dan mekanisme permintaan uang Rp1,6 juta.

Aktivitas kantor

Petugas telah mendatangi lokasi setelah informasi tersebut viral di media sosial.

Kantor Disebut Sudah Tidak Beroperasi

Seala mengatakan polisi bergerak setelah menerima laporan dan mengetahui kasus tersebut ramai diperbincangkan. Petugas kemudian mengecek lokasi perusahaan yang berada di kawasan Bungur, Kebayoran Lama.

"Semenjak viral, kami langsung mendatangi kantor tersebut. Nah, saat ini kantor langsung tutup," tuturnya.

Untuk saat ini, penyelidikan masih berjalan. Polisi juga masih mengumpulkan data perusahaan dan keterangan pihak-pihak yang berkaitan sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pencari kerja untuk lebih berhati-hati ketika menemukan lowongan yang meminta pembayaran di awal. Legalitas perusahaan, alamat kantor, serta mekanisme rekrutmen sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum menyerahkan uang maupun data pribadi.


Berita Terkait


News Update