Butiran tersebut kemudian dicampurkan dengan beras sehingga kandungan zat gizi mikro dalam produk menjadi lebih tinggi dibandingkan beras yang tidak mendapatkan fortifikasi.
Fortifikasi pada pangan umumnya dilakukan untuk membantu meningkatkan asupan zat gizi tertentu dalam masyarakat.
Zat gizi yang ditambahkan dapat berupa zat besi, seng, asam folat, vitamin A, maupun sejumlah vitamin B, tergantung pada jenis produk dan ketentuan fortifikasi yang diterapkan.
Dengan demikian, istilah beras fortifikasi tidak sekadar merujuk pada merek atau jenis beras tertentu.
Istilah tersebut berkaitan dengan adanya proses penambahan zat gizi pada produk.
Baca Juga: OTT Pejabat ATR/BPN, Pengamat Desak KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Daftar Beras Fortifikasi
Berikut daftar 25 merek yang disebut pemerintah berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium:
- Idola Fortifikasi
- Idola High Quality Whole Grain Rice
- Idola Long Grain Rice
- Ikan Mas Cupang
- AAA Wijaya Kusuma
- Cantik Manis
- Penari Bangkok
- Topi Koki Short Grain
- Topi Koki Setra Royale
- Topi Koki Long Grain
- Crystal HOK-1
- Gohan
- Maknyuss Pulen Gizi
- Anak Raja Fortifikasi
- Anak Raja Nusantara
- Top Anak Raja
- PMS
- Induk Ayam
- Sumo
- Rasvit FS
- Nutri Rice
- Pelikan Rice
- Rojolele Super Kepala
- Beras Premium 111
- 111 Golden Number
- Putri Koki
- Wellfarm Beras Diabet
Perbedaan Beras Fortifikasi dan Beras Biasa Apa?
Berikut adalah beberapa aspek yang membedakan beras fortifikasi dan beras biasa.
1. Kandungan Gizi
Beras fortifikasi diperkaya dengan zat gizi mikro tertentu. Kandungan yang dapat ditambahkan antara lain zat besi, seng atau zinc, asam folat, vitamin A, serta vitamin B kompleks seperti B1, B3, B6 dan B12.
Penambahan zat gizi tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien masyarakat.
Sementara itu, beras biasa tidak mendapatkan tambahan vitamin dan mineral melalui proses fortifikasi.
