Oleh : Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID - Ini kabar dari istana yang menyita perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Senin sore, 14 September 2026.
Pergantian ini terkesan mendadak, mengingat Suahasil baru menerima telepon dari istana terkait upacara pelantikan dirinya sebagai menkeu pada Senin pagi.
Di sisi lain, Purbaya hingga Senin siang masih menjalankan tugasnya sebagai menkeu dengan mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI.
Di sela rapat , dikabarkan Menkeu Purbaya menerima telepon dari istana, hingga rapat rehat sejenak untuk memberi kesempatan Purbaya menerima telepon dimaksud.
“Tak lepas dari perbincangan publik adalah soal pergantian menkeu yang terkesan mendadak itu,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Kesan mendadak itu penilaian kita, boleh jadi sudah dipersiapkan cukup lama, hanya saja waktunya baru dapat dilaksanakan Senin kemarin,”kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Lontaran Ancaman yang Berujung Perintah Penangkapan
“Bisa juga, terlebih Pak Presiden baru kembali ke tanah air usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India,,” tambah Heri.
“Kalian tahu nggak, alasan menkeu Purbaya diganti, padahal cukup populer,” tanya Yudi.
“Kita hanya bisa menduga, di antaranya para pengamat menilainya dari kinerjanya selama setahun ini.Kebijakan soal fiskal yang digulirkan, tak kalah pentingnya soal APBN,” jelas Heri.
“Yang tahu persis soal penggantian menteri adalah Presiden, karena soal reshuffle menjadi hak prerogatif Presiden. Begitu juga alasan mengapa ada penggantian menteri, dan mengapa pula menkeu yang diganti, “ jelas mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Jangan Ukur Jumlah Rapat, tapi Manfaat yang Didapat
“Yangt jelas, penggantinya bukan orang yang baru berkecimpung di jajaran kemenkeu,” kata Heri.
Diketahui, Menkeu Suahasil yang baru dilantik sebelumnya adalah wakil menteri keuangan, bahkan sejak 2019 mendampingi Sri Mulyani Indrawati sebagai menkeu, mendampingi Purbaya ketika dilantik sebagai menkeu menggantikan Sri Mulyani.
“Jadi sudah tahu luar dalamnya kebijakan fiskal dan APBN ya. Boleh jadi, ini pula yang membuat pasar merespons positif,” kata Yudi.
“Dikabarkan, sentimen positif masuknya teknokrat berpengalaman tersebut memicu penguatan mendadak (rebound) pada saham perbankan besar milik negara seperti Bank Mandiri, BNI dan BRI,” kata mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Insting Politik yang Menggelitik
“Semoga dengan menkeu yang baru pengelolaan APBN yang mencakup penerimaan, belanja dan pembiayaan tetap terjaga, sehat dan kredibel,” kata Yudi.
“Semoga pengelolaan belanja lebih tepat sasaran, penggunaan anggaran negara mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sebaliknya anggaran besar tapi kecil manfaat yang didapat oleh rakyat,” urai mas Bro.
