Sosok Pelaku Dugaan Perundungan Mahasiswa FK UB Siapa? Disorot usai Insiden Bunuh Diri dari Lantai 6

Jumat 11 Sep 2026, 10:20 WIB
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berinisial RR (19) menjadi sorotan setelah dilaporkan jatuh dari lantai enam gedung kampus. (Sumber: Mau Kuliah)
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berinisial RR (19) menjadi sorotan setelah dilaporkan jatuh dari lantai enam gedung kampus. (Sumber: Mau Kuliah)

POSKOTA.CO.ID - Sosok pelaku dugaan perundungan terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menjadi sorotan setelah mahasiswa berinisial RR (19) dilaporkan jatuh dari lantai enam gedung kampus.

Insiden tersebut terjadi di lingkungan Universitas Brawijaya, Malang, dan sempat memicu kepanikan warga kampus.

Korban sendiri diketahui merupakan mahasiswa semester 3 angkatan 2025 dari Jurusan S1 Fakultas Kedokteran UB.

Kronologi berdasarkan rekaman CCTV menunjukkan korban memasuki gedung Fakultas Pertanian sekitar pukul 08.26 WIB.

Setelah itu, korban bergerak menuju lantai enam dan mendekati area jendela.

Sekitar pukul 08.50 WIB, peristiwa jatuhnya korban dari gedung membuat situasi di lingkungan kampus menjadi panik.

Beruntung, korban masih selamat setelah kejadian tersebut. RR kemudian mendapatkan perawatan intensif di RS dr Saiful Anwar (RSSA) karena mengalami luka pada bagian kaki.

Di tengah proses penanganan korban, muncul dugaan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan persoalan perundungan atau bullying

Lantas, sosok pelaku dugaan perundungan mahasiswa FK UB siapa? Apakah dugaan bullying tersebut memiliki kaitan dengan insiden yang dialami RR?

Berikut fakta dan perkembangan kasus yang masih dalam proses pendalaman pihak berwenang.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Wacana Merger Kelembagaan, Poin Pentingnya Bawa Manfaat

Sosok Pelaku Dugaan Perundungan Mahasiswa FK UB Siapa?

Sampai saat ini, belum ada informasi resmi mengenai sosok yang ditetapkan sebagai pelaku perundungan terhadap mahasiswa FK UB tersebut.

Satreskrim Polresta Malang Kota juga masih melakukan pendalaman terkait motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui faktor yang membuat korban melakukan tindakan tersebut.

Namun, proses pemeriksaan terhadap korban belum dapat dilakukan karena kondisi kesehatan RR masih membutuhkan perawatan.

"Untuk motif masih kita dalami. Karena kondisinya, korban masih belum dapat dimintai keterangan" tegas Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin.

Di tengah proses penyelidikan itu, sejumlah percakapan di media sosial turut beredar dan menjadi perhatian publik.

Percakapan tersebut disebut berasal dari sebuah grup dengan nama Embassy Goes to Ubey yang membahas kejadian yang dialami korban.

Isi percakapan memperlihatkan sejumlah anggota grup memberikan komentar mengenai insiden tersebut.

Beberapa komentar dinilai tidak pantas dan memicu dugaan adanya perundungan terhadap korban.

Namun, percakapan yang beredar di media sosial belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan siapa pelaku perundungan ataupun memastikan bahwa komentar tersebut memiliki hubungan langsung dengan kejadian yang dialami RR.

Isi percakapan memperlihatkan sejumlah anggota grup memberikan komentar mengenai insiden bunuh diri mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya. (Sumber: X/@kntankgoeng)

Percakapan di Grup Media Sosial Jadi Sorotan

Informasi yang beredar melalui media sosial menunjukkan adanya pembahasan mengenai korban setelah insiden terjadi.

Dalam percakapan tersebut, terdapat beberapa nama yang disebut, di antaranya Iman, Jehaan, hingga Almayra.

Salah satu anggota grup yang disebut bernama Iman terlihat memberikan komentar terkait insiden yang dialami korban.

"Kurang tinggi lompatnya," kata Iman dalam isi chat yang tersebar di media sosial, seperti dikutip pada Jumat, 11 September 2026.

Komentar tersebut kemudian dilanjutkan dengan pernyataan lain yang juga membahas lokasi gedung kampus.

"lompat dari feb aja," sambungnya.

Anggota lain bernama Jehaan kemudian ikut memberikan komentar dalam percakapan tersebut.

"harus nya di gedung feb a*j," timpal lainnya bernama jehaan.

Dalam percakapan yang beredar, terdapat pula komentar dari akun yang disebut bernama Iman mengenai tindakan bunuh diri.

"kalo mau bundir ke rel kereta aja dh. biar kepotong," ungkap iman

Komentar tersebut kemudian mendapatkan respons dari akun bernama Almayra A_Agr_M.

"iyasih malah jadi repot," tulis Almayra A_Agr_M dalam chat yang tersebar itu.

Meskipun percakapan tersebut menimbulkan dugaan mengenai adanya perundungan, hingga kini belum ada penetapan resmi mengenai siapa pelakunya.

Nama-nama yang muncul dalam percakapan media sosial juga tidak dapat langsung disebut sebagai pelaku bullying.

Diperlukan proses verifikasi untuk mengetahui identitas sebenarnya, konteks percakapan, hubungan dengan korban, serta apakah terdapat rangkaian peristiwa lain sebelum insiden terjadi.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan maupun menyebarkan identitas pihak tertentu sebagai pelaku sebelum ada keterangan resmi.


Berita Terkait


News Update