Sosok Pelaku Dugaan Perundungan Mahasiswa FK UB Siapa? Disorot usai Insiden Bunuh Diri dari Lantai 6

Jumat 11 Sep 2026, 10:20 WIB
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berinisial RR (19) menjadi sorotan setelah dilaporkan jatuh dari lantai enam gedung kampus. (Sumber: Mau Kuliah)
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berinisial RR (19) menjadi sorotan setelah dilaporkan jatuh dari lantai enam gedung kampus. (Sumber: Mau Kuliah)

Sampai saat ini, belum ada informasi resmi mengenai sosok yang ditetapkan sebagai pelaku perundungan terhadap mahasiswa FK UB tersebut.

Satreskrim Polresta Malang Kota juga masih melakukan pendalaman terkait motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui faktor yang membuat korban melakukan tindakan tersebut.

Namun, proses pemeriksaan terhadap korban belum dapat dilakukan karena kondisi kesehatan RR masih membutuhkan perawatan.

"Untuk motif masih kita dalami. Karena kondisinya, korban masih belum dapat dimintai keterangan" tegas Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin.

Di tengah proses penyelidikan itu, sejumlah percakapan di media sosial turut beredar dan menjadi perhatian publik.

Percakapan tersebut disebut berasal dari sebuah grup dengan nama Embassy Goes to Ubey yang membahas kejadian yang dialami korban.

Isi percakapan memperlihatkan sejumlah anggota grup memberikan komentar mengenai insiden tersebut.

Beberapa komentar dinilai tidak pantas dan memicu dugaan adanya perundungan terhadap korban.

Namun, percakapan yang beredar di media sosial belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan siapa pelaku perundungan ataupun memastikan bahwa komentar tersebut memiliki hubungan langsung dengan kejadian yang dialami RR.

Isi percakapan memperlihatkan sejumlah anggota grup memberikan komentar mengenai insiden bunuh diri mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya. (Sumber: X/@kntankgoeng)

Percakapan di Grup Media Sosial Jadi Sorotan

Informasi yang beredar melalui media sosial menunjukkan adanya pembahasan mengenai korban setelah insiden terjadi.

Dalam percakapan tersebut, terdapat beberapa nama yang disebut, di antaranya Iman, Jehaan, hingga Almayra.


Berita Terkait


News Update