Harga Cabai Rawit Naik 26 Persen, Pemprov Jakarta Ungkap Dampak Kemarau dan Biaya Distribusi

Kamis 10 Sep 2026, 18:34 WIB
Cabai merah keriting, cabai rawit merah alami kenaikan harga, Kamis, 10 September 2026. (Sumber: Pos Kota/ Ali Mansur)
Cabai merah keriting, cabai rawit merah alami kenaikan harga, Kamis, 10 September 2026. (Sumber: Pos Kota/ Ali Mansur)

Pada periode yang sama, serangan hama seperti kutu kebul, thrips, tungau, dan ulat juga mengalami peningkatan. Kondisi tersebut semakin menekan produksi cabai dan berpengaruh terhadap ketersediaan komoditas di pasaran.

"Selain faktor produksi dan cuaca, kenaikan harga bahan bakar minyak juga menyebabkan biaya operasional produksi dan distribusi pangan ikut meningkat," tutur Hasudungan.

Selanjutnya untuk menjaga kestabilan harga, Hasudungan mengatakan, Pemprov DKI Jakarta melakukan sejumlah upaya, salah satunya mengembangkan pertanian perkotaan dengan komoditas cabai rawit merah.

Baca Juga: Mendag Pastikan Stok Pangan Aman Usai Lebaran, Harga Cabai Sempat Naik Akibat Cuaca

Sepanjang 2026, lahan yang telah ditanami cabai rawit merah mencapai 11,46 hektare dengan hasil panen sebanyak 45,59 ton.

Selain itu, Dinas KPKP DKI Jakarta menggelar pelatihan diversifikasi olahan cabai dan bawang di seluruh kota serta kabupaten administrasi. Pemprov DKI juga menggandeng Perumda Pasar Jaya untuk menyediakan cabai rawit merah melalui kegiatan pangan murah keliling agar masyarakat tetap memperoleh cabai dengan harga yang lebih terjangkau.

Tidak Hanya Cabai, Mayoritas Komoditas Pangan Naik

Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menilai kenaikan harga berbagai komoditas, termasuk cabai di pasar tradisional dipengaruhi sejumlah faktor yang saling berkaitan. Menurutnya, kondisi cuaca, penurunan produksi, berkurangnya pasokan, serta meningkatnya biaya produksi dan distribusi menjadi sejumlah penyebab yang dapat mendorong harga pangan naik.

Ibrahim menjelaskan, musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino berpotensi mengganggu produksi berbagai komoditas pertanian.

Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Senen Jakarta Turun Usai Lebaran

Berkurangnya ketersediaan air membuat kegiatan pertanian tidak berjalan optimal, terutama pada tanaman yang membutuhkan pasokan air cukup.

"Memasuki bulan September ini, kemungkinan besar semua harga-harga pokok itu akan naik karena bersamaan dengan El Nino. El Nino, musim kering, musim panas, kemudian pembakaran lahan, ini yang membuat harga-harga mengalami kenaikan, terutama beras," beber Ibrahim.

Kondisi kekeringan juga dapat memengaruhi ketersediaan air pada sungai dan saluran irigasi. Situasi tersebut berpotensi menghambat proses tanam dan menekan produksi sejumlah komoditas seperti cabai, bawang merah, serta berbagai jenis sayuran.


Berita Terkait


News Update