JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kementerian Perdagangan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar tetap aman usai lebaran 2026, meski sempat terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas, khususnya cabai.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, secara umum kondisi pasokan bahan pokok masih dalam keadaan terkendali dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Kebutuhan pokok kita seperti beras, kemudian minyak, cabai, dan lain-lain tercukupi ya. Jadi saya kira semua bagus, pasokan tercukupi, dan kita terus akan terus memantau ya kebutuhan-kebutuhan pokok kita sehari-hari," ujar Budi kepada awak media, dikutip Minggu, 29 Maret 2026.
Baca Juga: Harga Cabai Mulai Turun, Pemprov DKI Jakarta Klaim Inflasi Pangan Lebih Terkendali
Kendati demikian, Budi mengakui bahwa harga cabai rawit merah sempat mengalami lonjakan akibat Curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir dan membuat proses panen tidak dapat dilakukan secara optimal oleh petani.
"Jadi salah satunya memanennya itu kan tidak bisa terus, artinya ketika hujan berhari-hari kan berarti enggak bisa memanen. Itu memang yang cabai rawit merah. Tapi yang lain enggak ada masalah," kata Budi.
Namun, Budi menyebut, untuk jenis cabai lainnya seperti cabai merah keriting, harga di pasaran masih tergolong stabil dan bahkan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
"Tadi kalau lihat cabai, cabai apa tadi? merah yang panjang keriting itu kan di bawah HET. Itu kan HET-nya 55, tapi tadi dijual 50. Jadi masih normal, masih bagus ya, sebenarnya enggak ada masalah. Itu memang yang cabai rawit merah aja," Ucap Budi.
Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Senen Jakarta Turun Usai Lebaran
Menanggapi kondisi harga bahan pokok pasca Lebaran yang biasanya belum sepenuhnya stabil, Budi menyebut, pemerintah juga terus melakukan langkah antisipasi, terutama dalam memperbaiki rantai distribusi dan mendorong aktivitas perdagangan kembali normal.
"Pertama problemnya kan memang belum semua berdagang ya, salah satunya. Ya yang kedua, yang berdagang itu kan tidak hanya yang ada di pasar ya, tetapi distributor mungkin sebagian juga masih belum pulih normal," kata Budi.
