Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sebagian siswa dan guru mulai mengalami keluhan pada malam hari. Gejala kemudian berlanjut hingga Rabu pagi.
Saat para siswa tiba di sekolah pada Rabu, pihak sekolah mulai mencurigai adanya kondisi yang tidak biasa.
Sejumlah siswa berulang kali meminta izin untuk pergi ke toilet karena mengalami gangguan pencernaan.
Jumlah siswa yang mengalami keluhan disebut terus bertambah hingga siang hari.
Puskesmas Gembong menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menerima para siswa.
Namun, banyaknya pasien yang datang membuat kapasitas puskesmas tidak mencukupi.
Para siswa selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Pati agar mendapatkan penanganan medis.
Besarnya jumlah siswa yang membutuhkan penanganan membuat pemerintah daerah mengerahkan sejumlah ambulans untuk mempercepat proses evakuasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menyatakan pihaknya mengerahkan 29 ambulans untuk menangani korban keracunan.
"Ambulans sebanyak 29 unit kita kerahkan semua agar cepat teratasi," kata Luky.
Puskesmas Gembong menjadi rujukan awal bagi para siswa yang mengalami gejala setelah menyantap menu MBG.
Banyaknya pasien yang datang dalam waktu berdekatan membuat fasilitas kesehatan tersebut mengalami kelebihan kapasitas.
