Polda Banten Siapkan Pos Antemortem untuk Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda 

Rabu 09 Sep 2026, 16:09 WIB
Polda Banten menyiapkan pos antemortem sebagai langkah kesiapsiagaan dalam pencarian rombongan media yang belum dapat dihubungi setelah berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Kabupaten Pandeglang, Banten. (Sumber: Polda Banten)
Polda Banten menyiapkan pos antemortem sebagai langkah kesiapsiagaan dalam pencarian rombongan media yang belum dapat dihubungi setelah berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Kabupaten Pandeglang, Banten. (Sumber: Polda Banten)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Polda Banten menyiapkan pos antemortem sebagai langkah kesiapsiagaan dalam pencarian rombongan media yang belum dapat dihubungi setelah berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pos antemortem tersebut disiapkan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten.

“Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan,” ujar Kapolda Banten Irjen Hengki, Rabu, 9 September 2026.

Sebagai informasi, pos antemortem merupakan tempat pengumpulan data fisik dan non-fisik terkait seseorang saat masih hidup, yang nantinya digunakan untuk membantu proses identifikasi jenazah. Data-data yang dicatat seperti foto, tanda lahir, pakaian terakhir, rekam medis, gigi, sidik jari hingga sampel DNA pembanding.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Hari Ini 9 September 2026, Ini Penjelasan PVMBG

Selain itu, Hengki juga mengingatkan masyarakat dan pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan PVMBG agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer.

Imbauan tersebut penting diperhatikan sebagai langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan selama aktivitas vulkanik masih berlangsung.

“Dari Vulkanologi sudah mengimbau semenjak meningkatnya erupsi ini, tidak boleh mendekati dalam radius tiga kilometer. Jadi harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau,” tuturnya.

Informasi mengenai rombongan media yang hilang kontak diterima Polda Banten pada Selasa, 8 September 2026. Rombongan tersebut diketahui berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.


Berita Terkait


News Update