GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026 Dorong Aksi Nyata Hadapi Risiko Bencana

Rabu 09 Sep 2026, 22:01 WIB
Pembukaan ADEXCO dan 3rd GSFR. (Sumber: Pamerindo)
Pembukaan ADEXCO dan 3rd GSFR. (Sumber: Pamerindo)

Hal tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, seperti memperhitungkan risiko iklim saat membangun sekolah dan jalan, melindungi sungai, maupun memastikan pembangunan infrastruktur mempertimbangkan potensi bencana di masa mendatang.

Tiga Prioritas GFSR 2026

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan, penyelenggaraan GFSR ke-3 menjadi momentum untuk menerjemahkan gagasan mengenai resiliensi menjadi langkah yang lebih konkret.

Selama 9-10 September 2026, forum tersebut membahas tiga prioritas yang saling berkaitan, yakni integrasi arsitektur, penyelarasan modal, dan perwujudan resiliensi berkelanjutan.

Integrasi arsitektur diarahkan untuk memperkuat keterlibatan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat sehingga berbagai institusi dapat bekerja secara terkoordinasi.

Sementara itu, penyelarasan modal berfokus pada konektivitas antara pendanaan iklim, pendanaan risiko bencana, dan pendanaan pembangunan untuk mendukung ketangguhan jangka panjang yang lebih berorientasi pada pencegahan.

Prioritas ketiga adalah memastikan komitmen global dan strategi nasional dapat diterjemahkan menjadi aksi di tingkat lokal yang dipercaya masyarakat serta memiliki capaian yang terukur.

Baca Juga: IEE Series Energy Week 2026 Hadirkan 451 Perusahaan dari 28 Negara di JIExpo Kemayoran

ADEXCO 2026 Hadirkan Teknologi Penanggulangan Bencana

Bersamaan dengan GFSR ke-3, ADEXCO 2026 turut menghadirkan inovasi dan teknologi untuk mendukung pengelolaan bencana dan perlindungan sipil di kawasan Asia.

Pameran ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, pengembang teknologi, praktisi, akademisi, masyarakat sipil, serta mitra internasional. Solusi yang ditampilkan mencakup berbagai tahapan manajemen bencana, mulai dari kesiapsiagaan dan tanggap darurat hingga proses pemulihan.

Tahun ini, ADEXCO 2026 diikuti 152 perusahaan dari sembilan negara. Peningkatan jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap teknologi dan solusi penanggulangan bencana.

Namun, Raditya mengingatkan bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir. Inovasi perlu diikuti kolaborasi dan penerapan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026 menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 dengan tema “Sustainability for Industrial Transformation.” Rangkaian tersebut juga menghadirkan Construction Indonesia, Concrete Show South-east Asia–Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, serta GIFA & METEC Indonesia.


Berita Terkait


News Update